Korban Jiwa Akibat Gempa 7,7 di Pakistan Jadi 93 Orang

Foto: BBC

Islamabad, Sayangi.com – Sedikitnya 93 orang tewas dan lebih dari 200 orang lagi cedera setelah gempa 7,7 pada Skala Richter mengguncang Provinsi Balochistan, Pakistan Barat-daya, Selasa sore (24/9), kata laporan media dan pejabat.

Dengan mengutip juru bicara Polisi Perbatasan, pasukan paramiliter, media setempat melaporkan Kabupaten Awaran di provinsi itu paling terpengaruh oleh gempa tersebut. Sebanyak 80 orang tewas, dan lebih 200 orang cedera serta ratusan rumah rata dengan tanah di wilayah tersebut.

Ia menyatakan beberapa orang masih terjebak di bawah reruntuhan rumah yang ambruk dan tim pertolongan setempat bersama dengan prajurit militer melancarkan operasi pertolongan.

Menurut laporan lain, sebanyak delapan orang tewas di Daerah Dandan, Kabupaten Kech, sementara lima korban jiwa dilaporkan dari Kabupaten Pasini, Turbat, Hub dan Gwadar.

Ada laporan yang bertolak-belakang mengenai jumlah korban jiwa; Wakil Ketua Majelis Provinsi Balochistan Abdul Qadoos Bazinjo mengatakan lebih dari 150 orang telah tewas di proinsi itu, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Namun, beberapa pejabat lain tidak mengkonfirmasi pernyataan tersebut.

Korban cedera dibawa ke rumah sakit lokal Awaran, tempat beberapa di antara mereka berada dalam keadaan kritis. Juru Bicara pemerintah setempat mengatakan tentara telah mengeluarkan 70 mayat dan membawa puluhan orang yang cedera ke rumah sakit di Awaran.

Setelah permintaan dari pemerintah kabupaten, militer Pakistan mengirim 300 prajurit termasuk personel pertolongan dan dokter serta obat, tenda, makanan dan helikopter ke daerah itu.

Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR), corong militer Pakistan, mengatakan mereka telah mendirikan kamp pusat pertolongan di Kabupaten Khuzdar di provinsi tersebut dan telah mengirim 300 prajurit ke daerah yang terpengaruh dan 700 prajurit lagi dijadwalkan bergabung dengan mereka pada Rabu pagi.

Menurut Lembaga Penaganan Bencana Nasional di negeri tersebut, setelah gempa besar, yang terjadi sekitar pukul 16.59 waktu setempat, lima gempa susulan menggetarkan negeri itu termasuk gempa dengan kekuatan 5,9 pada Skala Richter. (OANA)