ESDM Berikan Solusi Keterlambatan RFID, Dengan Kartu BBM Subsidi

Foto: Antara

Jakarta, Sayangi.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berikan solusi atas keterlambatan pemasangan persoalan Radio Frequency Identification (RFID), sehingga kendala jebolnya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dapat terhindari.

“Paling yang bisa langsung cepat itu, melalui dengan kartu BBM subsidi. Konsorsium bank sudah dan bisa diterapkan secepatnya. Kita tunggu BPH Migas untuk segera keluarkan aturan,” ujar Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di kantornya, Rabu (25/9).

Selain itu ungkap Susilo, nanti pihaknya juga akan mengundang Gubernur DKI, Jawa Barat, Batam, Bali termasuk perhubungan darat untuk mendiskusikan penerapan kartu pembelian BBM bersubsidi.

“Kita bikin kebijakan agar jangan kaget. Ini kita sosialisasikan sehingga pelaksanaan pembelian BBM non tunai berjalan lancar, dan penerapan ini akan kita berlakukan di tahun ini juga,” beber Susilo.

Susilo menambahkan, dalam pelaksanaannya nanti, sebelum pemilik kendaraan mengisi BBM terlebih dulu harus memiliki kartu khusus BBM bersubsidi.

“Jadi syaratnya kendaraan bermotor yang mau beli BBM subsidi harus fotokopi STNK. Nanti kartu itu direcord. Jadi pada saat gesek otomatis nanti langsung tercatat di bank.

Menurut Susilo, sehingga nantinya akan ketahuan beli BBM di SPBU mana saja dan beli berapa banyak akan ketahuan persis. Apalagi di SPBU itu juga untuk menghindari perampokan, karena uangnya kan lansung masuk ke bank.

“Jadi keuntungannya kita bisa mengontrol dan bisa tahu persis berapa sih BBM yang terjual. Dan suatu saat kalo punya mobil pasti ada pembatasan,” ungkap Susilo.

Susilo menambahkan, untuk pengisian kartu pembelian BBM subsidi cukup hanya dilakukan di awal pembeliannya saja, selanjutnya kartu tersebut tinggal menggesek jumlah ketentuan volume pengisian BBM.

“Nanti pakai ATM untuk awal saja. Dan melalui bank konsorsium, baik itu dari bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, dan hanya tahap pertama saja,” kata Susilo optimis.

Namun Kementerian ESDM telah menyerahkan persoalan keterlambatan pemasangan RFID bersubsidi kepada PT Pertamina (Persero).

“RFID itu urusan Pertamina dan sudah ditender dan pemenangya sudah ditunjuk. Ternyata molor dan saya nggak tahu itu urusan Pertamina. Menurut saya sih agak text time,” ujarnya.

Lanjut Susilo, sebenarnya pemasangan semua peralatan RFID di SPBU juga telah disiapkan dengan pengangkutan truk-truk untuk di semua SPBU seluruh Indonesia.

Disamping pemasangan RFID di SPBU, juga dilakukan pemasangan RFID pada seluruh kendaraan yang ada di Indonesia dengan perkiraan jumlah mobil sebanyak 14 juta unit dan motor sebanyak 90 juta unit.

(RH)

 

 

 

Berita Terkait

BAGIKAN