Bawaslu: Masyarakat Jangan Gampang Dimobilisasi

Foto: Sayangi.com/Okky

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Daniel Zuchron memprihatinkan masyarakat yang gampang dimobilisasi untuk kegiatan-kagiatan calon anggota legislatif dan partai politik, semisal kampanye, hanya karena berharap ada bayaran untuk itu.

Padahal, mereka yang ikut kegiatan kampanye itu belum tentu memilih Caleg dan partai yang mengajaknya. “Masyarakat gampang dimobilisasi, makanya perlu aktor untuk ikut mengawasi,” kata Daniel, Rabu (25/9). Aktor yang dimaksud Daniel itu bisa kalangan dan kolompok mana saja, tak terkecuali anak-anak muda.

Pemuda, kata Daniel, harus berperan aktif dalam mengambil bagian dalam proses pesta demokrasi nasional lima tahunan yang akan diselenggarakan pada 2014 mendatang. “Anak-anak muda juga bisa bermain di tingkat lokal. Cara bermainnya tentu harus masuk dalam irama. Kalau di luar irama, iramanya jangan sampai ikut-ikutan,” serunya.  

Daniel juga mengingatkan kembali tentang pelaksanaan Pemilu. Disebutkannya, Pemilu masih kurang sembilan bulan. Dalam tenggang waktu itu, katanya, pemuda harus bisa mulai memainkan peranannya untuk melakukan pengawalan, sehingga proses pelaksanaan Pemilu bisa berjalan jujur, adil, dan transparan.

“Itu penting, makanya saya membayangkan dan harus ada tindakan efektif untuk memerankan kepemudaan,” kata dia sambari menambahkan, “Hasil Pemilu harus diterima semua pihak baik Caleg dan Partai Politik. (MSR)