Sambel Roa Judes, Siap Judeskan Dunia

Foto: Sayangi.com/Nur Fitriana

Jakarta, Sayangi.com – Sambel Roa. Mendengar namanya, anda pasti teringat dengan Manado. Sambel satu ini memang sangat khas karena terbuat dari ikan roa yang diasapkan kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu yang sudah pasti menggoyang lidah hingga ingin lagi dan lagi. Apalagi, kini ada sambel roa yang praktis karena siap makan dengan hanya membuka tutup toplesnya.

Adalah sambel roa judes, sebuah label yang disertakan oleh sang juragan sambel, Rima W. Adiwijoyo. Perempuan lulusan Interstudi, Jakarta ini memang bukan asli manado. Tapi, kepiawaiannya sudah terbukti mantap. Berkat kesukaannya membuat sambel roa yang diajarkan teman manadonya, perempuan yang akrab disapa Rima ini mampu meraup omzet ratusan juta setiap bulan dengan menjual sambel Roa instan bikinannya.

Rasanya yang pedas, beradu dengan suiran daging ikan roa yang telah diasap, memang tiada tandingannya. Bagi orang Manado, sambel roa adalah makanan wajib hadir di kala bersantap. Tak hanya dengan nasi panas dan pendamping lauk, tapi sambel roa juga banyak disandingkan dengan beberapa jenis cemilan, seperti pisang atau singkong goreng.

Sambel roa bikinan Rima memiliki rasa khas ikan roa yang gurih-gurih sedap dengan pedas yang menggigit. Ia juga tak menggunakan bahan pengawet untuk membuat cita rasa sambel tetap enak. “Aku menggunakan bahan pengawet alami untuk membuatnya. Minyak goreng dan waktu memasak sambel adalah kunci agar sambel bisa tahan lama. Tapi kadang memang, sambel ini suka nggak awet. Dibuka siang hari, malamnya eh, sudah habis,” kelakarnya.

Rima memberikan sedikit bocoran tentang sambel roa judesnya yang juara, Pertama, harus teliti dalam memilih jenis cabai yang digunakan. Yang kedua, kuncu sambel roa yang nendang terletak pada ikan roa itu sendiri. Tanpa rasa pedas yang kuat, dan komposisi daging ikan roa yang banyak, sambel roa tidak akan memiliki cita rasa yang ciamik.

Ada lagi yang menarik dari sambel berlabel ikan roa ini, yaitu sistem pemasaran yang diterapkan. Ada lima distributor yang digunakan Rima menjajakan sambel buatannya. Ia menyebutnya sebagai Bintang Lima. Distibutor ini nantinya akan menangani para reseller yang dijuluki dengan nama ‘bandar’.

Rima sendiri menyebut dirinya sebagai juragan sambel yang berarti produsen.

Dari metode yang dijalankan inilah, sambel roa dapat dinikmati dengan mudahnya. Melalui tangan Bandar yang tersebar di segala penjuru tempat, sambel beraroma ikan ini juga menjangkau negara tetangga. “Salah satu Bandar kita ada yang berprofesi sebagai pilot, jadi bisa masuk bagasi pesawat,” ujar Rima.

Namun, harga sambel roa yang dijual di luar jauh terbilang mahal. Kalau di sini ia menjualnya dengan harga Rp 42.500 per toples berisi 200 gram sambel roa, di luar, sambel dihargai dengan harga Rp60.000. Sambel roa milik Rima ini tak hanya hadir di Indonesia loh.. Rima juga memasarkannya hingga Malaysia, Singapura, Jeddah, Hongkong, Jerman, Jepang, Inggris, Belgia dan Filipina.

Meski telah mendunia, kamu tak akan bisa menemukannya di supermarket. Sebab, si Juragan sambel satu ini ingin menguatkan home industry yang dirintisnya dari awal. Ia tak ingin bekerjasama dengan supermarket atau mini market yang kini makin membanjiri Indonesia hingga pelosok-pelosok desa.

“Saya ingin terus melakukan pemasaran manual memanfaatkan jaringan ibu-ibu yang menjadi distributor saya. Itung-itung sekaligus memberdayakan perempuan dan memperkuat home industry kita,” papar perempuan yang mengajak tetangga sekitarnya untuk turut terlibat dalam produksi sambel roa bikinannya.

Ditanya tentang harapannya, Rima menjawab dengan sederhana, “Namanya mimpi ya, mimpi itu harus setinggi langit. Saya ingin Menjudeskan dunia dengan sambel Roa. Aku ingin setiap meja makan di Indonesia dan luar negeri selalu ada setoples sambel roa judes produksiku,” pungkasnya. (FIT)