Cerita dari Nairobi: James Bond Hingga Janda Putih

Foto: Daily Mail

Nairobi, Sayangi.com – Aksi pendudukan teroris di mal Westgate, Nairobi, Kenya, semalam diklaim berakhir. Namun setidaknya ada dua tokoh menarik di balik peristiwa nan mencekam itu. Satu tokoh jagoan, satunya lagi tokoh antagonis.

“Jagoan” yang mencuat adalah mantan anggota Royal Marine atau pasukan khusus Angkatan Laut Inggris, dikabarkan berhasil menyelamatkan 100 sandera sendirian. Lelaki yang demi keamanan tak disebutkan namanya itu kebetulan sedang minum kopi di Westgate, saat sekitar 10-15 teroris (belakangan, 5 diantaranya tewas dan sisanya ditahan tentara Kenya) menyerbu masuk ke dalam mal, Sabtu lalu.

Selama empat hari, dengan pistol terselip di ikat pinggang, mantan anggota pasukan khusus itu sempat terekam gambarnya oleh Daly Mail tengah menggandeng dua sandera wanita keluar mal. Seorang saksi mata di Nairobi menyebut, tentara yang sepertinya tidak sedang bertugas itu bertindak seperti “James Bond”, rela mempertaruhkan nyawanya dengan bolak-balik keluar-masuk mal, setidaknya 12 kali untuk menyelamatkan pengunjung mal.

Sumber lain menyebut, lelaki bernyali tinggi itu anggota pasukan khusus Inggris Special Air Service (SAS). Diketahui, SAS secara teratur berlatih dan beroperasi di Kenya. SAS juga dikabarkan terlibat dalam melacak warga Inggris yang bergabung dengan kelompok-kelompok militan di Somalia dan Yaman. Para pensiunan SAS bahkan banyak yang bekerja untuk Pemerintah Inggris atau Kenya dan perusahaan jasa keamanan di seluruh Afrika Timur.

Sedangkan tokoh antagonis yang ikut terkenal pascatragedi Nairobi adalah ‘white widow’, janda berkulit putih yang diduga ikut mendalangi penyerbuan mal. Tubuh janda berusia 29 tahun itu ditemukan diantara jasad para teroris yang ditembak mati tentara Pemerintah Kenya. Samantha Lewthwaite – begitu nama sang janda – adalah istri Jermaine Lindsay yang tewas dalam misi bunuh diri ketika meledakkan pesawat komersial Inggris, pada 7 Juli 2005.

Menteri Luar Negeri Kenya, Amina Mohamed sebelumnya menyatakan, dua atau tiga orang Amerika berusia 18-19 asal Somalia yang tinggal di Mennesota (AS) dan satu orang Inggris yang diidentifikasi sebagai seorang perempuan yang kerap terlibat dalam aksi-aksi teroris di dunia. Nah, perempuan Inggris inilah diduga sebagai Samantha, dipercaya sudah diangkat sebagai salah seorang pemimpin kelompok teroris al-Shabab yang bermarkas di Somalia.

Namun jaringan teroris al-Shabab sendiri membantah adanya keterlibatan warga negara Inggris dan Amerika dalam penyerbuan mal di Nairobi. Hingga akhir drama Westgate, 61 orang warga sipil tewas, 175 orang pengunjung luka-luka (62 diantaranya masih dirawat di rumah sakit), dan enam tentara Kenya tewas. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN