Kian Panas, Polemik Makam Uje Seret Masalah Hak Asuh Anak

Pamekasan, Sayangi.com – Polemik pemugaran makam almarhum Ustad Jefry Al Buchori tak kunjung usai. Hal ini setelah Ustad Aswan yang merupakan Kakak kandung Uje melontarkan perihal hak asuh dari anak-anak Uje.

“Yang punya hak atas almarhum itu adalah anak-anak kandungnya. Itu pun kalau anak-anak sudah dewasa, dalam istilah fiqh sudah mumayyis. Karena anak-anak masih belum dewasa, maka perwaliannya (hak asuh) diarahkan kepada paman-pamannya,” kata Aswan beberapa waktu lalu.

Pernyataan Aswan ini terlontar karena kecewa atas sikap Pipik Dian Irawati yang mengaku kaget dan terlihat tidak setuju atas pemugaran makam suaminya. Pipik merasa tersinggung karena ia sebagai istri tidak diberi tahu soal pemugaran itu. Selain itu, ia menganggap bahwa pemugaran makam tersebut melanggar amanah suaminya yang ingin kuburannya sederhana dan tidak perlu ditinggikan seperti saat ini.

Namun keluarga besar Uje tidak setuju dengan pendapat istri Uje itu. Bahkan, ketika muncul kabar keinginannya untuk membongkar makam yang sudah dipugar itu, Aswan bereaksi keras. Bahkan ia menyebut bahwa hak-hak asuh anak-anaknya saat ini semestinya jatuh ke tangan paman-pamannya, bukan Pipik sebagai ibu kandungnya, karena ibunya kini sudah menjadi mantan Istri Uje.

Menanggapi pernyataan Aswan, Pengurus Pondok Pesantren Al Hamidy Pamekasan, Imam Hanafi menilai itu merupakan pernyataan emosional Aswan. Menurutnya, selama Pipik sebagai ibu kandung masih belum menikah lagi dengan orang lain, maka ia lebih berhak untuk mengasuh anak-anaknya.

“Itu sepertinya pernyataan emosional, karena seharusnya selama ibu belum menikah lagi, hak asuh anak masih di tangannya,” kata Imam di Pamekasan, Rabu (25/9/2013).

Ia mengutip hadits nabi yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, dan Al Hakim. Diceritakan dari Abdullah Bin ‘Amr yang menceritakan bahwa seorang perempuan pernah mengeluhkan keadaannya kepada Nabi Saw, “Ya Rasulullah, ini adalah anakku. Perutku pernah menjadi tempat ia tumbuh; pangkuanku tempat ia duduk, dan dadaku tempat ia minum. Kini ayahnya bersikeras untuk merebutnya dariku.” Mendengar itu, Nabi SAW bersabda “Engkau lebih berhak mengasuhnya daripada ayahnya, selama engkau tidak menikah lagi dengan laki-laki lain.”

“Selain itu juga memang pendidikan terbaik bagi seorang anak adalah ibu seandainya orang tua berpisah, maka pengasuhan anak yang belum mumayyiz (belum bisa membedakan antara yang baik dan buruk) menjadi hak ibunya,” jelasnya.

“Jadi diberikan kepada ibu, karena ibu lebih berkemampuan mendidik dan memperhatikan keperluan anak dalam usianya yang masih amat muda itu dan ibu juga lebih sabar.”

Namun demikian, bila anak sudah dianggap mumayyiz kata dia, anak tersebut dipersilakan memilih antara ikut dengan ibu ataupun ayahnya.

Seperti diketahui, Uje dan Pipik menikah pada 7 September 1999 yang kemudian diresmikan di Semarang dua bulan kemudian. Rumah tangga pasangan ini dikaruniai empat orang anak, yaitu Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro, dan Attaya Bilal Rizkillah.