Susahnya Melarang Pelajar Naik Motor

Foto: Wordpess

Pekanbaru, Sayangi.com – Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, mengaku kesulitan melarang para pelajar berkendara ke sekolah.

“Para pelajar lebih lihai dan cerdik menyiasati. Ketika ke sekolah dengan sepeda motor, kemudian dititipkan di suatu tempat seolah mereka naik kendaraan umum,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru Zulfadil di Pekanbaru, Rabu (25/9).

Padahal, dia sudah melakukan sosialisasi ke masing-masing sekolah dengan melibatkan pimpinan dan para guru, tapi tidak berhasil. Demikian pula telah menjalin koordinasi dengan aparat Polresta Pekanbaru agar menindak pelajar tanpa SIM yang mengendarai sepeda motor atau mobil.

Namun dia mengaku tak bosan mengimbau agar anak didik bersepeda ke sekolah agar sehat dan dapat mengurangi polusi udara. Bahkan tindakan bersepeda ke sekolah itu telah mendapatkan tanggapan positif dari Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT dengan memberikan sebanyak 150 unit sepeda kepada pelajar yang orang tuanya tidak mampu.

Berbagai alasan mengemuka, yang menyebabkan pelajar ke sekolah berkendaraan. Misalnya karena rumah mereka jauh atau orangtua tidak dapat mengantarkan. Alasan lain, tidak adanya kendaraan umum yang melintas di kawasan perumahan, sehingga dikhawatirkan terlambat sampai ke sekolah.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar melalui Kasatlantas Kompol A. Mostofa mengatakan pihaknya telah melakukan razia pada lokasi tertentu termasuk terhadap pelajar yang mengunakan sepeda motor ke sekolah. Petugas telah menilang lebih dari dari 300 unit kendaraan yang digunakan pelajar dan meminta orang tua untuk melarang. (MSR)