Incest Timbulkan Ketakutan Berada di Rumah

Foto/ilustrasi : the telegraph.co.uk

Jakarta, Sayangi.com – Takut dengan kondisi di luar yang serba mengerikan dengan ancaman penculikan, perampokan yang disertai dengan pemerkosaan atau tindakan pelecehan seksual lainnya membuat anda lebih memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah. Tapi bagaimana jika di rumah pun anda merasa aman karena kakak, ibu, ayah ataupun adik bisa saja menginginkan menyetubuhi anda? Bagaimana bisa?

Menyukai hubungan sedarah memang menjadi kelainan seksual yang menjadi momok bagi kehidupan kita karena beberapa waktu terakhir mucul berita di televisi dimana ayah kandung tega setubuhi anak sendiri atau ada pula ibu yang memutuskan untuk menikah dengan putranya sendiri atas dasar cinta. Kelainan tersebut dikenal sebagai incest, atau kelainan seksual yang muncul di benak seseorang sehingga dirinya terdorong untuk berhubungan seksual dengan anggota keluarganya sendiri.

Dalam ilmu psikologi, incest disebut dengan Genetic Sexual Attraction. Ini bukan fenomena yang langka, bahkan para ahli mengatakan, ini sebenarnya merupakan hal yang lazim. Namun banyak negara masih menganggap hal ini suatu kejahatan. Dan masyarakat menganggapnya immoral.

Kasus yang kerap kita dengar di masa sekarang umumnya incest terjadi karena perkosaan, penipuan, penganiayaan. Ayah kandung yang bernafsu melihat putrinya, ibu kandung yang menggauli putranya, atau paman yang memperkosa keponakan dan lain sebagainya.

Ada beberapa penyebab atau pemicu timbulnya incest. Akar dan penyebab tersebut tidak lain adalah karena pengaruh aspek struktural. Kompleksitas situasi menyebabkan ketidakberdayaan pada diri seseorang. Khususnya, apabila seorang laki-laki (notabene cenderung dianggap dan menganggap diri lebih berkuasa) akan sangat terguncang, dan menimbulkan ketidakseimbangan mental-psikologis. Dalam ketidakberdayaan tersebut, tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal/spiritual, seseorang akan dikuasai oleh dorongan primitif, yakni dorongan seksual ataupun agresivitas.

Faktor yang lain adalah, Konflik budaya. Seperti kita ketahui, perubahan sosial terjadi begitu cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Alat-alat komunikasi seperti radio, televisi, VCD, HP, koran, dan majalah memberikan pengaruh budaya baru yang sebetulnya tidak cocok dengan budaya dan norma-norma setempat. Orang dengan mudah mendapat berita kriminal seks melalui tayangan televisi maupun tulisan di koran dan majalah. Juga informasi dan pengalaman pornografi dan berbagai jenis media. Akibatnya, tayangan televisi, VCD, dan berita di koran atau majalah yang sering menampilkan kegiatan seksual incest serta tindak kekerasannya, dapat menjadi model bagi mereka yang tidak bisa mengontrol nafsu birahinya.

Selain itu, faktor lain yang mencorong terjadinya incest adalah kemiskinan yang dialami masyarakat. Meskipun incest dapat terjadi dalam segala lapisan ekonomi, secara khusus kondisi kemiskinan merupakan suatu rantai situasi yang sangat potensial menimbulkan incest. Sejak krisis 1998, tingkat kemiskinan di Indonesia semakin tinggi. Banyak keluarga miskin hanya memiliki satu petak rumah. Kita tidak dapat membedakan mana kamar tidur, kamar tamu, atau kamar makan. Rumah yang ada merupakan satu atau dua kamar dengan multi fungsi. Tak pelak lagi, kegiatan seksual terpaksa dilakukan di tempat yang dapat ditonton anggota keluarga lain. Tempat tidur anak dan orangtuanya sering tidak ada batasnya lagi. Ayah yang tak mampu menahan nafsu birahinya mudah terangsang melihat anak perempuannya tidur. Situasi semacam ini memungkinkan untuk terjadinya incest kala ada kesempatan. Tentu saja, perilaku ini bisa terjadi karena iman yang goyah.

Selain itu, ketakutan akan perpecahan keluarga juga memungkinkan beberapa anggota keluarga untuk lebih memilih desintegrasi struktur daripada pecah sama sekali. Hmmm… ada banyak sekali faktor penyebab incest yang mengerikan itu ya?

Di Indonesia, perilaku incest lebih dianggap sebagai perilaku pidana karena kebanyakan pelakunya melakukannya dengan cara memaksa atau dengan kata lain melakukan pelecehan seksual atau memperkosa. Amerika adalah negara paling ketat terhadap perlakuan incest. Incest dinyatakan illegal dengan hukuman bervariasi di tiap Negara bagian. Massachusetts adalah Negara bagian paling keras hukumannya yakni bisa mencapai 20 tahun penjara, sedang di Hawai hanya 5 tahun penjara. Tapi yang pasti, incest adalah suatu kejahatan pidana berlaku di seluruh AS, hanya lama hukumannya saja yang berbeda. Tapi ada juga Negara yang memiliki kebebasan untuk melakukan incest. Di Perancis misalnya, incest menjadi hal yang legas dan difasilitasi.

Selama berabad-abad, incest menjadi masalah social dan dianggap tabu oleh masyarakat umum. Namun ini tak menghentikan terjadinya incest. Bahkan hingga kini di daerah-daerah tertentu, masih berlangsung. Contoh paling jelas mungkin bisa dilihat pada kehidupan di pulau Tristan de Cunha, pulau terisolir yang masih masuk wilayah Inggris. Di pulau itu, mengawini saudara bukanlah hal yang tabu karena memang, pulau itu sangat terisolir dan sulit diakses oleh orang luar. Tak hanya itu, yang menjadi faktor paling tinggi perilaku seks incest karena ada pelarangan orang luar untuk menetap disana. Tak heran kalau di pulau yang berpenduduk 270 jiwa itu, banyak dijumpai kasus kelainan genetic, juga cacat pada bayi yang lahir akibat perilaku incest yang mereka lakukan.

Pada abad ke-19, kasus incest banyak terjadi pada masyarakat miskin di Irlandia. Sementara dimasa lalu di kalangan bangsawan eropa, pernikahan antara saudara sepupu dekat, dianggap legal, dan menjadi alasan memperkuat dinasti. Konon, penyair terkenal, Byron, telah tidur dengan adiknya, Augusta Leigh. Begitu juga dengan Duke of Cumberland yang berhubungan cinta dengan adiknya, Sophia. Bahkan Napoleon, dari rumor masa lalu, juga pernah meniduri adiknya, keponakannya bahkan juga, anak tirinya.

Kelainan seks semacam ini tentu akan mengkhawatirkan ketika yang bersangkutan sudah tidak bisa menahan hasrat di dirinya. Terlebih karena yang menjadi pelaku dan incaran adalah orang tersayang dan terdekat dengan Anda. Tetap waspada dan bentengi diri anda dan keluarga dengan iman ya… (FIT/berbagai sumber)