Demi Menonton SNSD, Gadis Belia Ini Menipu Lewat Twitter

Foto: Sayangi.com/Nur Fitriana

Jakarta, Sayangi.com – Demi ingin menonton konser SNSD, girlband asal Korea yang menjadi idolanya, Gadis berusia 19 tahun yang diketahui bernama Resqy melakukan penipuan dengan membuat akun twitter bernama @pejuang_sedekah. Akun tersebut beroperasi dengan mengupload foto-foto bayi Julio yang tengah sakit parah (hydrochepalus) dan sedang dirawat di rumah sakit Jogja, sehingga memancing korbannya untuk memberikan bantuan dana.

Namun rupanya, kasus penipuan yang menelan uang sebesar Rp 10 juta itu terungkap oleh @ridlwanjogja yang menyadari adanya kejanggalan aksi tersebut dan menemukan bahwa sang pelaku adalah mahasiswi berusia 19 tahun bernama Resqy. Resky adalah seorang SONE (fans Girls Generation).

Dibantu oleh kawannya, Tavip Ganevo (@TavipGanefo) Ridwan mulai mencari siapa yang mengoperasikan akun @Pejuang_sedekah. Dan akhirnya, ketemu juga siapa biang kerok penipuan berkedok amal tersebut.

Awalnya Resqy mulai membuat alibi dengan mengatakan bahwa dirinya mengaku sebagai korban dari seseorang bernama Adi, aktivis yang mengoperasikan akun @pejuang_sedekah yang menemuinya di kampus dan meminjam buku tabungan serta nomer rekeningnya untuk kebaikan. Karena ia merasa orang itu baik, dia pun meminjamkan buku tabungan dan rekeningnya untuk digunakan.

Namun, semakin lama ia mulai beralibi, semakin gencar pula cercaan dan hinaan yang bertebaran di akun twitter miliknya. Seperti misalnya, Daiva Narezwari (@DaivaNarezwari) yang berkicau, “@ekkyresqy Enak jadi KORUPTOR kl gitu. dah tilep milyaran duit rakyat.. ketauan tinggal ngaku KHILAF.. n MAAF,” kicaunya.

“yaelah mba @ekkyresqy, masih muda, nipu banyak orang demi nonton SNSD pake akun sedekah & sempet alibi bawa2 nama Allah.. *istighfar*,” kicau Irfan, Achmad (‏@Achiirfan) mengomentari alibi yang dikemukakan Resqy untuk menutupi perbuatannya.

Resqy yang kini sedang ada di Takalar mengakui bahwa nomor rekening @pejuang_sedekah itu adalah miliknya. Tak berhenti sampai di situ, yang membuat geram adalah akun tersebut menggunakan foto bayi/anak penderita penyakit parah dan ada yang sudah meninggal. Bahkan foto-foto mengenai kunjungan donatur itu hanya mereka ambil dari sebuah blog Berbagi Itu Indah.

Kini Resqy mendapat tekanan untuk mengembalikan donasi yang sudah mengalir ke rekeningnya dan diduga sebesar Rp 10 juta, kepada pihak yang berhak. Termasuk kepada bayi Julio yang menderita Hydrochepalus yang kini dirawat di Jogja.

Ia bersikeras tidak mau dilaporkan ke polisi karena ketakutan akan diketahui orang tuanya. “@ridlwanjogja @djasmia @af1_ @imamer sy akan mengembalikan dana secara perlahan dan tdk akan lari,” kicaunya.

“@ridlwanjogja @djasmia @af1_ @imamer perjalanan sy masii panjang. izinkan sy menyelesaikan pendidikan& bhgiakan org tua spt tmn2,” tulis Resqy mencoba minta maaf dalam akun twitternya.

Ridlwan (‏@ridlwanjogja) mengatakan dalam akun twitternya, “masih banyak yg nanya soal proses hukumnya. Begini, teman2 yg pernah transfer bisa lapor ke Polres terdekat, lalu nanti surat lapor itu akan di fax ke Polres Takalar. Nanti diproses disana. Kemarin Resqy belum ngaku, jadi polisi ogah2an ngaku. Tp alau udah ngaku begini, polisi di Polres Takalar punya dasar periksa Resqy. Kemarin ogah karena males ngejar “Adi” dan bingung dengan kejahatan cybercrime. Padahal yo jane simpel sih. But you know lah polisi. Sekarang jadi simpel. Penipuan. Gitu ya, so sekali lagi, yang masih nggak terima dan mau lapor monggo.” tulis Ridlwan secara berurutan dalam twitternya menanggapi laporan para korban yang ingin juga melaporkan tindakan penipuan yang dilakukan Resqy.

Sementara saat Tim sayangi.com mencoba mengakses akun twitter @pejuang_sedekah, akun tersebut sudah tidak dapat lagi dibuka dan bertuliskan, Account suspended. The profile you are trying to view has been suspended. To return to your home timeline, click here. (FIT)