Bursah Zarnubi: Pemimpin Jangan Hanya Berdiri di Menara Gading

Foto: Sayangi.com/Fahri Haidar

Palembang, Sayangi.com – Tidak boleh dalam satu negara ada dua bangsa, yaitu bangsa yang sangat kaya dan bangsa yang miskin. Kesenjangan adalah cerita lama yang harus diselesaikan oleh pemimpin. Dan HMI mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pencerahan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa kita adalah satu bangsa dan satu negara.

Demikian disampaikan  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Gerakan Keadilan (DPP PGK), Bursah Zarnubi dalam pidatonya pada Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baturaja yang bertajuk “Meneguhkan Komitmen Pengkaderan, Upaya Berpartisipasi Dalam Pembangunan Masyarakat Madani”’ di Universitas Baturaja, Sumatera Selatan, Senin (30/9).

Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Baturaja, Dr. Munajat, SP, Msi dan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Arief Rosyid beserta jajaran kepengurusannya. “Demokrasi kita tidak kompatibel dengan perkembangan ekonomi kita. Satu sisi ada liberalisasi politik, tapi tidak diikuti dengan transformasi pembangunan ekonomi yang berkeadilan”, ujar Bursah dalam pidatonya.

Menurut Bursah, negara yang didirikan harus bisa melindungi rakyatnya. Setiap ada masalah yang melibatkan rakyat, negara harus hadir. Misalnya dalam upaya penyelesaian konflik sosial, ketika ada TKI mau dihukum mati dan masih banyak lagi.

HMI punya tanggungjawab menata ulang bangsa ini. Oleh karenanya, lanjut Bursah, perlu ada perkembangan kualitas pengkaderan. Tata cara pengkaderan yang klasik yang tak dapat menjawab tantangan zaman, tantangan demokrasi dan ketidak adilan harus segera ditinggalkan. Pola doktrinasi yang tidak membangun harus ditinggalkan.

“Dengan tantangan yang besar saat ini, harus ada partisipasi yang luas. 5 Kualitas kader yaitu Insan akademik,  pencipta, pengabdi, bernafaskan islam, dan  bertanggungjawab terhadap kemakmuran bangsa sangatlah relevan untuk menjawab tantangan zaman”,  tuturnya.

Tantangan lain, menurut Bursah, adalah tantangan ketidakadilan. Jurang kemiskinan begitu dahsyat. Masyarakat kita terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan. “Orang miskin tidak bisa sekolah, karena tidak sekolah, maka tidak bisa kerja, dan karena tidak bekerja, maka jadi miskin”, ungkapnya.

Makanya, lanjut Bursah, pemimpin harus tahu benar persoalan yang ada di masyarakatnya. Tidak bisa lagi pemimpin hanya berdiri di menara gading yang hanya menerima laporan para stafnya tentang berbagai hal. “Dan HMI harus menjadi pendorong demokrasi substantif, bukan lagi demokrasi prosedural. HMI harus memiliki daya cipta dan inovasi supaya tidak habis dimakan zaman”, ujarnya.

Ketua Umum HMI Cabang Baturaja terpilih, Oki Endrata Wijaya mengatakan akan melaksanakan tanggungjawab dalam mengemban misi HMI dan mengemban misi sebagi wakil dari masyarakat yaitu dengan pencerahan dan pendidikan.

Pengkaderan yang dilakukan HMI, menurut Ketua Umum HMI Cabang Baturaja Demisioner, Muchsonudin Juhri tidak hanya teoritis, tapi juga melatih mental untuk lebih berani. (FHR)