Tjahjo Kumolo : KPU Rentan Dikendalikan Intelejen

Foto : Sayangi.com/chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menegaskan Komisi Pemilihan Umum jangan sampai menjadi “alat” bagi Lembaga Sandi Negara dalam kerja sama yang dilakukan kedua lembaga.

“Kami hanya ingin meminta (kejelasan) kerja sama kedua lembaga itu bagaimana sehingga jangan sampai KPU menjadi ‘alat’ bagi Lemsaneg,” kata Tjahjo di gedung DPR, Jakarta, Selasa.

Dia memahami apabila Lemsaneg dalam kerja sama itu untuk melindungi data KPU. Namun dia mengingatkan bahwa Lemsaneg merupakan bagian dari intelijen negara.

“Kalau Lemsaneg bisa mempertanggungjawabkan, itu lebih baik dari pada KPU menggunakan lembaga lain,” ujarnya.

Tjahjo mengatakan Fraksi PDI Perjuangan akan mempertemukan seluruh anggota Komisi I dan Komisi II DPR untuk membicarakan hal tersebut. Karena menurut dia kewenangan pengawasan Lemsaneg berada di Komisi I dan pengawasan KPU di Komisi II.

“Jangan sampai (KPU) dikendalikan faktor X (intelijen) yang akan merugikan partai politik,” ujarnya.

Karena itu Tjahjo mengajak semua partai mengevalusi dan berhati-hati terhadap kerja sama antara kedua lembaga tersebut. Hal itu menurut dia, bagaimana pun juga Lemsaneg merupakan lembaga intelijen negara.

Sebelumnya KPU dan Lemsaneg menandatangani nota kesepahaman pada 24 September lalu. Kesepahaman itu menyatakan Lemsaneg akan membantu KPU dalam hal Sumber Daya Manusia dan proteksi data KPU.

KPU meminta bantuan Lemsaneg untuk menjaga penyampaian hasil pemungutan suara Pemilu 2014. Hal itu dilakukan selain dengan pengamanan sistem informasi dan teknologi milik KPU, Lemsaneg juga menerjunkan anggotanya di beberapa daerah.

Namun rincian kerja sama itu belum dibuat terutama data pemilu di wilayah dan di tingkat mana saja yang akan diamankan Lemsaneg. (Ant)