DPRD DKI Ketok APBD-P Rp 50,1 Triliun

Foto : Sayangi.com/doc

Jakarta, Sayangi.com – Setelah melalui proses yang cukup panjang, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akhirnya menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2013 sebesar Rp 50,1 triliun.

Jumlah ini bertambah sebesar Rp 129,58 miliar dari jumlah APBD Penetapan DKI tahun 2013 yang mencapai Rp 49,9 triliun. Perubahan ini disesuaikan dengan hasil evaluasi makro ekonomi dan pelaksanaan APBD pada semester pertama.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, M Sanusi mengatakan, melihat evaluasi kondisi makro ekonomi di Jakarta, perlu adanya penyesuaian dalam pelaksanaan anggaran 2013 ini. Disamping melakukan perbaikan administrasi, penambahan anggaran, serta penambahan kegiatan baru, pada perubahan APBD 2013 ini juga dilakukan pengurangan anggaran dan pengurangan kegiatan.

Perubahan anggaran kali ini lebih fokus pada penyertaan modal pemerintah (PMP) pada empat BUMD yakni, PT Jakarta Propertindo, PD Dharma Jaya, PT MRT Jakarta, dan PT Bank DKI. Namun PMP yang disetujui justru menurun dari Rp 4,3 triliun hanya menjadi Rp 3,6 triliun.

Untuk pendapatan daerah justru angkanya turun dari penetapan awal dari semula Rp 41,5 triliun menjadi Rp 40,6 triliun. Sementara untuk belanja daerah naik dari Rp 45,5 triliun menjadi Rp 46,2 triliun. Kemudian untuk pembiayaan daerah dari semula Rp 4,05 triliun menjadi Rp 5,6 triliun.

Diharapkan dengan pengesahan APBD Perubahan ini, pembangunan transportasi publik seperti MRT bisa segera direalisasikan, baik pembangunan fisik maupun pembenahan peraturannya. Realisasi belanja daerah sampai akhir Juni 2013 baru mencapai Rp 10 triliun atau baru 22 persen.

“Kita harapkan setelah pengesahan APBD Perubahan ini, Pemprov DKI bisa mengejar target-target yang belum dikerjakan,” kata Sanusi, dalam rapat paripurna APBD Perubahan 2013, Senin (30/9) malam.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengaku segera mengejar target program yang belum dikerjakan setelah APBD Perubahan ini disahkan. Sehingga ditargetkan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) hanya sebesar 3 persen. “Target kita Silpa-nya hanya 3 persen,” kata Jokowi.

Untuk dapat mengejar target Silpa, Jokowi pun meminta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bisa menggenjot program-programnya. Dirinya tidak ingin Silpa tahun ini sama seperti tahun lalu yang mencapai Rp 9,46 triliun. “Kita akan genjot para SKPD untuk bisa memaksimalkan penyerapan anggaran,” tandasnya. (bj)