Pihak Alex-Ishak Serahkan Sanggahan ke MK

Palembang, Sayangi.com – Terkait tuhudan pihak calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru-Maphilinda (Derma), Pihak pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki, hari ini Selasa (1/10) siang menyerahkan bukti-bukti sanggahan ke Mahkamah Konstitusi.

“Pada hari ini kita sudah menyampaikan bukti-bukti ke panitera Mahkamah Konstitusi sebelum batas akhir waktu penyerahan pukul 13.00 WIB dengan nomor 894-21/PAN.MK/VI/2013,” kata Kuasa Hukum pasangan Alex-Ishak, Ari Yusuf Amir di Palembang, Selasa (1/10).

Menurut dia, pihaknya telah menyampaikan bukti-bukti sanggahan terkait tuduhan-tuduhan dari kuasa hukum pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer ke Mahkamah Konstitusi.

Ia mengatakan, semua bukti-bukti itu menjawab semua keberatan pihak pemohon.

Bukti-bukti sanggahan yang diserahkan ke MK itu sangat kuat untuk menjawab semua keberatan dari pasangan Herman Deru-Maphilinda Boer sebagai pihak pemohon.

Ia mencontohkan, bukti-bukti sanggahan yang diserahkan pihaknya ke MK seperti tuduhan kembali menggunakan dana APBD.

“Penggunaan dana APBD itu tidak benar, mereka juga tidak bisa membuktikan adanya penggunaan dana APBD untuk kegiatan yang menguntungkan kita,” ujarnya.

Ia menyatakan, penggunaan dana APBD itu sudah jelas dan sah.

“Selain itu juga tuduhan terhadap keterlibatan SKPD, tapi itu juga bisa kita buktikan bahwa tidak benar ada perintah dari Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin agar SKPD untuk ikut terlibat. Bukti itu bisa sesuai surat Gubernur Sumsel nomor 270/1210/III/2013 tertanggal 14 Mei 2013 tentang larangan bagi PNS untuk memberikan dukungan kepada calon kepala daerah atau wakil kepala daerah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, surat larangan itu sudah dikeluarkan kembali menjelang pemungutan suara ulang dengan nomor 270/1985/III/2013 tertanggal 30 Agustus 2013.

Mengenai temuan pelanggaran pasangan lain ia mengungkapkan, pelanggaran pasangan lain yang mereka temukan selaras dengan temuan pelanggaran oleh Bawaslu Sumsel.

“Hasil temuan yang kita laporkan itu sama atau selaras dengan yang dilaporkan oleh Bawaslu. Temuan-temuan itu sudah ditindaklajuti ke pidana baik kasus politik uang maupun kampanye hitamnya dan juga sudah disampaikan ke MK,” paparnya.

Mengenai sidang berikutnya, ia mengatakan, MK tentunya akan mempelajari dahulu bukti-bukti yang telah diserahkan pada hari ini.

Dari bukti-bukti itu, nanti MK akan menilai apa perlu membuka sidang lanjutan. Jika dinilai tidak perlu maka akan langsung putusan akhir, jelasnya. (VAL/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN