SBY Cermati Dampak Penghentian Operasi Pemerintah AS

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mencermati dampak dari perkembangan terkini terkait kebuntuan anggaran di AS sehingga menyebabkan terjadinya kemungkinan penutupan sebagian pelayanan publik di negara itu.

“Apa yang terjadi di AS, yang baru saja, beberapa jam yang lalu, apa yang disebut ‘government federal shutdown’ (penutupan pemerintah federal), itu memberikan implikasi kepada perekonomian dunia, perekonomian negara-negara lain,” kata Presiden saat membuka rapat paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.

Menurut Presiden, Amerika Serikat sebagai negara dengan perekonomian terbesar, situasi di AS dapat berpengaruh terhadap perekonomian dunia.

“Ya begitulah karena perekonomian terbesar di dunia, dolar itu dimana berada dan peregerakannya seperti apa juga tidak bebas dari kebijakan AS, kebijakan moneter utamanya, dengan demikian kita harus terus mengikuti, perkembangan dan dinamika di negara itu, maupun negara-negara penting lainnya,” kata Presiden.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, kebuntuan itu akan mempengaruhi belanja pemerintah AS dan berpengaruh terhadap persepsi investor.

Namun demikian, ia berharap kabar deflasi September 2013 dan juga neraca perdagangan yang surplus pada bulan ini, meminimalir kemungkinan terjadinya dampak tersebut.

“Kalau kita lihat dari pasar modal kita, pergerakan nilai tukar rupiah kita kan hari ini mengalami tren perbaikan, karena memang rilis data dari BPS terkait neraca perdagangan kita dan deflasi di bulan September. Mudah-mudahan kita berharap dampaknya bisa kita minimalisir, paling tidak investor dunia dalam posisi ‘wait and see’  (menunggu),” katanya.

Seperti diberitakan, saat ini tengah terjadi kebuntuan anggaran di Amerika Serikat, antara Pemerintah AS dengan Kongres AS. Kongres AS yang dikuasai republik tidak menyepakati anggaran pemerintah. Partai Republik menginginkan agar Presiden Obama menunda program jaminan kesehatan.

Bila kebuntuan tersebut terus berlangsung, maka diperkirakan 700 ribu pegawai pemerintah AS akan dirumahkan.

Para analis mengkhawatirkan kebuntuan ini juga berdampak pada pemulihan perekonomian di AS. Selain itu, kebuntuan anggaran di AS tersebut dikhawatirkan juga akan berpengaruh terhadap harga minyak dunia.

AS merupakan negara konsumen minyak terbesar di dunia dan kesehatan ekonominya memiliki pengaruh besar pada harga minyak mentah. (Ant)