GeRAK Aceh : Anggaran Pengukuhan Wali Nanggroe Boros

Foto: www.gerakaceh.org

Banda Aceh, Sayangi.com – Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh memandang usulan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk pengukuhan Wali Nanggroe (WN) sebesar Rp50 miliar terlalu memboroskan anggaran di tengah-tengah masih tingginya angka kemiskinan di Aceh.

Sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh. Angka kemiskinan di Aceh pada tahun 2013 mencapai 17,60 persen. Ditambah lagi angka pengangguran sebesar 8,38 persen. Tentu inilah dianggap anggaran untuk acara seremonial pengukuhan Wali Nanggroe tidak masuk akal dan terjadi pemborosan anggaran.

“Saat ini pengusulan anggaran Rp50 miliar tersebut, tidak rasional dan tidak masuk akal,” ujar Kepala Divisi Kebijakan Publik GeRAK Aceh, Isra Safril, Selasa (1/10/2013) di Banda Aceh.

Semestinya, sebut Isra, dana sebesar itu bisa diperuntukkan untuk kepentingan yang jauh lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bila dialihkan untuk program kesejahteraan rakyat, tentu akan berdampak positif untuk memberantas kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi di Aceh.

“Selain itu, anggaran itu lebih penting jika didorong untuk membantu masyarakat di daerah bencana dan terpencil di Aceh,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Isra mendesak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar membatalkan mata anggaran sebesar itu dan memberikan statement terkait dengan itu. “Karena ini berkaitan dengan substansi hukum dan aturan tata kelola anggaran daerah,” tutupnya.

Ia meminta agar semua pihak sabar menunggu dan dirinya yakin MK akan memberikan keputusan yang terbaik bagi masyarakat Sumsel.

“Semua pihak harus sama-sama menunggu dan jangan berspekulasi dengan pernyataan-pernyataan yang menyesatkan. Saya yakin MK akan memberikan keputusan yang terbaik,” katanya.

Berita Terkait

BAGIKAN