Dituduh Perkosa Saat Perang, Tokoh Oposisi Dihukum Mati

Foto: news.priyo.com

Dhaka, Sayangi.com – Pengadilan kejahatan perang Bangladesh pada Selasa (1/10/2013) menjatuhkan hukuman mati ketujuh kepada Salauddin Quader Chowdhury. Pemimpin kawakan oposisi dan anggota parlemen ini terkena hukuman mati setelah adanya putusan badan penyelidik pelanggaran selama perjuangan berdarah untuk kemerdekaan negara itu.

Chowdhury yang merupakan anggota parlemen dari partai oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), terbukti bersalah melakukan pemerkosaan. Selain itu ia juga melakukan penyiksaan dan pemusnahan selama perang kemerdekaan dari Pakistan pada 1971.

Namun proses ini dikecam partai oposisi dan dianggap bermotif politik menjelang Pemilu yang berlangsung Januari, dan lebih dari 100 orang telah tewas dalam protes vonis terhadap kejahatan perang sejak awal tahun ini.

Chowdhury, 64 tahun, didakwa dengan pembunuhan sekitar 200 warga sipil dan berkolaborasi dengan militer Pakistan untuk membunuh dan menyiksa orang-orang bersenjata. Ia juga didakwa dengan pemerkosaan dalam peristiwa tersebut.

Bangladesh mengerahkan pasukan keamanan di ibu kota, Dhaka, dan di kota asal Chowdhury menjelang putusan dijatuhkan. (Ant)