Rupiah Boleh Melemah, Monorel Jakarta Jalan Terus

Ilustrasi/foto monorel: Jakarta.go.id

Jakarta, Sayangi.com – Chairman OrtusHoldings Ltd, Edward Soeryadjaya berjanji, pembangunan moda transportasi Monorel oleh PT Jakarta Monorail sudah bisa dilaksanakan pertengahan Oktober mendatang.

“Untuk tahap awal akan dibangun dua stasiun. Sampai saat ini pembiayaan untuk pembangunan Monorel di Jakarta sudah mencukupi. Saya berharap pada 16 Oktober besok pembangunan bisa dimulai,” kata Chairman OrtusHoldings Ltd, Edward Soeryadjaya, saat dikonfirmasi Sayangi.com, Rabu (2/10).

Dua Stasiun yang akan dibangun tahap pertama itu, direncanakan dibangun di kawasan Waduk Melati dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, pihaknya sedang melakukan negosiasi untuk memilih kawasan dimana tempat dimulainya ground breaking tersebut yang mau dijadikan sebagai depo.

“Kini tengah melihat kondisi lapangannya dulu. Meskipun saat ini nilai rupiah lemah terhadap nilai jual dolar Amerika, tapi itu tidak akan mempengaruhi biaya pembangunan Monorel yang akan kita bangun ini,” papar Edward.

Terkait dimulainya pengerjaan fisik, kata Edward, pihaknya juga tengah melakukan koordinasi dalam pembangunan teknis agar semua berlangsung dengan baik, terutama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI.

Sebagaimana diketahui, Jakarta Monorel akan membangun dua jalur, yaitu Jalur Hijau (green line) yang merupakan jalur berputar sepanjang 14,275 km dengan 16 stasiun mulai dari Komdak-Kusuma-Candra-BEI-Stadiun Utama-Plaza Senayan–TVRI-Taman Ria Senayan-Gedung MPR/DPR-Pejompongan-Karet-Sudirman-Setiabudi Utara-Kuningan Sentral-Taman Rasuna-Casablanca-Grand Melia-Satria Mandala.

Kemudian untuk Jalur Biru (blue line) yang merupakan jalur memanjang sepanjang 9,725 km dengan 11 stasiun, yaitu mulai dari Kampung Melayu-Tebet-Dr. Sahardjo-Menteng Dalam-Casablanca-Ambassador-Dharmala Sakti- Menara Batavia-Karet-Kebon Kacang-Tanah Abang-Cideng-Roxy. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN