Beli Hewan Kurban, Jangan Ambil Antraksnya

Foto: Sayangi.com/icoel

Kudus, Sayangi.com – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kudus Budi Santoso meminta masyarakat yang akan berkurban untuk mewaspadai penyakit antraks pada hewan kurban.

“Penyakit seperti itu sering ditemukan pada hewan kurban. Karena itu, pencari hewan kurban diimbau lebih teliti saat membeli,” ujarnya di Kudus, Rabu (2/10).

Untuk mencegah masuknya hewan kurban dari luar daerah yang terserang penyakit, katanya, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus tidak merekomendasikan pembelian hewan ternak dari wilayah selatan, seperti Boyolali. Pasalnya, kata dia, hewan ternak dari daerah setempat sering ditemukan sejumlah penyakit.

Selain itu, kata dia, pengawasan juga diperketat dengan menerjunkan petugas untuk memantau dan sekaligus memeriksa hewan kurban yang masuk, meskipun hingga kini belum ditemukan adanya penyakit pada hewan ternak. Pemeriksaan hewan kurban untuk saat ini difokuskan di pasar hewan serta pengepul hewan ternak.

Nantinya, lanjut dia, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kudus juga akan dibentuk tim pengawas hewan kurban selama mendekati Hari Idul Adha. Ia mengingatkan, masyarakat untuk memilih hewan ternak yang akan dijadikan hewan kurban dengan usia minimal 1,5 tahun dan kondisinya juga sehat.

Tim pengawas hewan kurban tersebut akan bertugas mengawasi sejumlah hewan ternak yang dijadikan hewan kurban di sejumlah tempat ibadah, sekolah maupun pondok pesantren. Pengalaman tahun lalu, kata dia, terdapat beberapa hewan kurban yang tidak direkomendasikan untuk disembelih, karena terserang penyakit.

Ia memprediksi, kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 900-an ekor untuk sapi maupun kerbau, sedangkan kambing berkisar 5.000–6.000 ekor. Berdasarkan data 2012, populasi hewan ternak di Kabupaten Kudus untuk sapi potong sebanyak 11.307 ekor, kerbau 2.248 ekor, dan kambing sebanyak 28.323 ekor. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN