Sebelum Dituntut Mati, Pemutilasi Istri Ini Lebih Dulu Mati

Foto: Metrotv

Jakarta, Sayangi.com – Sidang terhadap terdakwa pemutilasi istri, Benget Situmorang (38 tahun) yang meninggal di Rumah Tahanan Negara Klas I Cipinang tetap akan diselenggarakan besok Kamis (3/10), meski status terdakwa sudah almarhum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Benget meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (30/9), seperti ditegaskan oleh Kepala Rutan Cipinang, Rochkidam. Benget meninggal di Rumah Sakit Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kematian Benget diduga akibat sakit radang paru-paru yang sudah parah.

Benget memang terlihat sakit-sakitan selama mengikuti persidangan. Pengacara Benget, Edward Sihombing menyayangkan kurang perhatiannya Majelis Hakim dan pihak Rutan Cipinang terhadap kondisi kesehatan terdakwa kasus mutilasi itu. Menurut Edward, terdakwa tidak pernah diberi kesempatan untuk melakukan pengobatan, meski diketahui penyakitnya begitu parah. Atas perlakuan Rutan dan Majelis Hakim ini, Edward bahkan berencana membawa kasus Benget ke Mahkamah Agung.  

Meski Benget sudah meninggal, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dikabarkan tetap akan membacakan vonis terhadap terdakwa, pada Kamis (3/10) besok. Itu karena Majelis Hakim belum tahu terdakwa meninggal. Sebelumnya, dua kali sidang pembacaan vonis Benget tertunda karena yang bersangkutan sakit. Terdakwa pemutilasi tersebut dikenakan Pasal 340 KUHP Jo 338 KUHP Jo 351 KUHP dan dituntut hukuman mati.

Benget terbukti membunuh istrinya, Darna Sri Astuti pada 5 Maret 2013, lalu memutilasi tubuh sang istri dan membuangnya di jalan Tol Dalam Kota arah Cikampek. Dalam aksinya tersebut, Benget dibantu oleh selingkuhannya Tini. Tini sendiri sudah divonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan hukuman penjara 14 tahun. (MSR)