PPP Ajak Koalisi Parpol Islam Usung SDA Jadi Capres, PKS Menolak

Foto: PPP

Jakarta, Sayangi.com – Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) , partai Islam tertua di negeri ini , telah resmi mencalonkan ketua partai dan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA)  sebagai calon presiden dengan berusaha untuk membentuk aliansi partai berbasis Islam menjelang Pemilu 2014 .

” Dia [ Suryadharma ] adalah orang yang tepat karena kita membutuhkan seseorang untuk mewakili partai politik yang mencerminkan kekuatan Islam seperti PPP , ” Hasrul Azwar , pemimpin Fraksi PPP di DPR , Selasa.

Hasrul menambahkan bahwa PPP yakin dengan nominasi Suryadharma karena untuk pengalaman bertahun-tahun sebagai anggota parlemen dan pejabat pemerintah .

Dia menekankan bahwa kritik ” kontroversial ” kebijakan Suryadharma sebagai Menteri urusan agama tidak akan mempengaruhi tiket presiden karena ” pemahaman tentang isu-isu negara” nya .

Setelah pencalonan presiden Suryadharma itu , PPP meminta partai-partai berbasis Islam lainnya untuk berkolaborasi dalam pemilihan presiden dalam rangka mencapai ambang presiden minimal (President Threshold).

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memutuskan mengusung Ketua Umum PPP Suryadharma Ali sebagai calon presiden (capres) melalui rapat konsultasi di Pondok Pesantren Assidiqiyah, Jakarta, Senin (30/9/2013).

“Saat ini SDA dianggap sebagai kader internal terbaik untuk dicalonkan maju sebagai presiden,” kata Wakil ketua Umum PPP Suharso Monoarfa. Selain itu, menurutnya, ada desakan agar Suryadharma Ali maju sebagai capres dari PPP. Desakan tersebut, menurutnya, datang baik dari petinggi di partai pusat, maupun kader lainnya di seluruh daerah di Indonesia.

“Ada permintaan dari kader PPP seluruh Indonesia baik secara formal, atau dalam pertemuan sepihak yang tidak diagendakan, untuk mengusung Pak Suryadharma sebagai capres,” kata Suharso. Ketiga, Rekam Jejak Suryadharma dinilai sudah sangat baik.

Namun Petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid tidak sependapat dengan PPP dengan mengatakan bahwa partai akan lebih memilih untuk bergabung dengan ” koalisi lebih terbuka ” dalam mengusung Capres.

” Hal ini tidak lagi relevan untuk membuat aliansi tersebut . Kita perlu bekerja sama dengan pihak-pihak non Islam untuk menggalang kepercayaan dari masyarakat . Kalau tidak, kita akan gagal untuk memastikan pemilih potensial memberikan suara mereka dalam pemilu , ” kata Hidayat . (PPP/Jakartapost)

 

 

 

 

Berita Terkait

BAGIKAN