Jakarta Melayu Festival Siap Digelar

Foto: Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Tidak hanya dalam ekonomi dan politik, Jakarta juga menjadi surga bagi para pecinta musik dan seni. Hampir setiap hari pentas musik dan seni, baik yang berskala regional, nasional, maupun Internasional, digelar.

Hal inilah yang memancing Gita Cinta Production (GCP) untuk mempersembahkan sebuah karya kebangsaan. GCP akan menggelar “Jakarta Melayu Festival” berupa launching album baru dengan judul “Kebangkitan Musik Melayu”. Acara tersebut juga akan menampilkan parade budaya dengan tema “Untukmu Indonesia” yang dimeriahkan oleh pelaku seni dari berbagai pelosok seperti Medan, Aceh, Bugis, Kalimantan, Palembang. Mereka akan menampilkan warna musik Melayu dan budaya yang ada di tanah air.

“Berawal dari sebuah keinginan, di mana Indonesia ini begitu kaya akan budaya. Melayu yang menjadi identitas bangsa menjadi bingkai Negara Kesatuan Indonesia. Melayu, khususnya dalam bidang musik punya warna tersendiri,” kata Produser Gita Cinta Production, Geizs Chalifah, kepada Sayangi.com di Kantor GCP Jl Batu Merah III, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (2/10).

Sayangnya musik melayu dalam perkembangannya justru menempati ruang sempit dan hampir terlupakan dalam pojokan sejarah. Untuk itulah, launching dan parade budaya ini bertujuan mengingat budaya melayu yang tidak bisa dipisahkan dari eksistensi budaya Indonesia.

“Parade budaya ini juga sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali dunia hiburan yang berlatar belakang budaya bangsa. Kami berharap seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama kembali kepada akar budaya kita sendiri. Karena dengan budaya inilah bangsa Indonesia terlahir,” ujar Gaizs.

Sebenarnya, lanjut Geizs, GCP ini merupakan gerakan kebudayaan serta perkembangan musik melayu. Ini merupakan program besar yang harus segera terlaksana. Namun, Geizs belum dapat memastikan kapan acara tersebut akan digelar.

“Formatnya seperti apa sedang kami konsepkan. Secepatnya ya, awal tahun launching dan parade budaya ini bisa terlaksana,” jelas Gaizs.

Dalam kegiatan ini, GCP mencoba membuat stimulus yang selanjutnya dapat diikuti dan menjadi awal lahirnya gerakan kebudaan baru di daerah-daerah di Indonesia.

“Kenapa bangsa Indonesia saat ini semakin mundur, karna kita meninggalkan budaya. Ada nilai-nilai universal yang ada pada setiap insan menjadi lebih baik. Kita telah menjadi masyarakat hedonis. Karenanya kehidupan kita menjadi kering, politik kita menjadi politik kepentingan, hanya pada kontek kekuasaan,” pungkas Gaizs. (GWH).