Chairunnisa, Penyuap Ketua MK Ini Ternyata Bendahara MUI

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi telah menetapkan status tersangka kepada Ketua MK Akil Mochtar, anggota DPR RI Chairunnisa, dan Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dalam kasus sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas.

Chairunnisa, anggota DPR RI dari Dapil Kalimantan Tengah tersebut ternyata juga tercatat sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Majelis Ulama Indonesia Makruf Amin kepada wartawan Kamis (3/10) mengatakan bahwa memang ada nama Chairunnisa dalam kepengurusan MUI periode 2010-2015. Disebutkan juga bahwa Chairunnisa yang pengurus MUI adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Makruf Amin menjelaskan bahwa jika benar Chairunnisa yang dimaksud adalah orang yang sama dengan pengurus MUI, dia memastikan bahwa langkah penyuapan yang dilakukannya bukanlah dalam kapasitas sebagai pengurus MUI. Selain sebagai bendahara dalam pengurus harian, Chairunnisa juga tercatat sebagai bendahara pengurus Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

Chairunnisa lahir di Surakarta, 27 September 1958. Ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak tahun 1997, dan tercatat pernah menjadi dosen di Universitas Palangka Raya (1983-1999). Chairunnisa menyelesaikan sarjana S1-nya di Fakultas Pendidikan islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menamatkan program S2 di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan pernah tercatat sebagai mahasiswa S3 di Program Studi Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Terkait dengan KPK, Chaerunnisa tercatat pernah dua kali diperiksa sebagai saksi untuk kasus korupsi pengadaan Al Qur’an yang melibatkan koleganya Zulkarnaen Djabar. Terakhir diperiksa KPK pada Kamis (15/9/2012) lalu. Saat ditangkap KPK Rabu (2/10) malam, Chaerunnisa yang didampingi pengusaha CN itu menyuap Ketua MK Akil Mochtar dengan uang pecahan dolar Amerika dan Singapura senilai 3 miliar rupiah. (S2)

Berita Terkait

BAGIKAN