Jokowi Ingin Warteg Diberi Insentif

Foto: sayangi.com/emil

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Joko Widodo menyebut lebih baik member warteg insentif dibanding memajakinya. Menurut Jokowi usaha kecil seperti warteg jangan dijadikan sebagai obyek pajak.

“Yang gede gede saja yang dipajaki. Kan masih banyak?! Harusnya warteg justru diberi pembinaan, insentif, pengarahan melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) yang kita punya,” katanya di Pusat Primata Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2013).

Mantan Walikota Surakarta menyebut karena itu pihaknya akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran dan Warteg. Untuk melakukan revisi pajak warteg, Jokowi mengatakan ada dua poin yang diluruskan, yaitu soal definisi warteg dan klasifikasi omzet warteg.

“Warteg itu artinya apa dulu? Kedua, omzet yang mau dikenakan itu harusnya bukan warteg yang omzetnya kecil. Saya ngerti ada satu-dua warteg yang omzetnya besar, itu ya bagus,” ujarnya.

“Jadi revisi definisi dan klasifikasinya. Yang kena pajak itu yang memang betul-betul. Jangan yang belum bertelur, sudah dipajaki. Gimana mau menetas?” lanjut Jokowi.

Seperti diketahui, Perda DKI Jakarta Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Restoran terhadap pedagang warteg digagas oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo.

Dengan itu, para pedagang warteg yang beromzet Rp 540.000 sehari atau Rp 200 juta setahun dikenai pajak 10 persen. Sejumlah pihak mengkritik bahwa penerapan perda itu akan menyulitkan masyarakat yang kelaparan dan butuh makanan murah.(GWH)