Jamsostek Khawatir RPP BPJS Temui Jalan Buntu

Foto: Sayangi.com/wahyudi Arkan

Jakarta, Sayangi.com – PT Jamsostek Sanksikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Badan Penjamin Jaminan Sosial (BPJS) yang sedang disusun pemerintah dapat berjalan lancar. Pasalnya draft yang disusun tersebut dikhawatirkan menemukan jalan buntu sehingga mengakibatkan pemerintah Indonesia shutdown.

Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G Masyasya mengatakan, pihaknya berharap dalam pengesahan RPP itu jangan sampai jalan di tempat apalagi tidak dapat direalisasikan sehingga bisa mengakibatkan pemerintah Indonesia tidak dapat melaksanakannya seperti kejadian di pemerintah Amerika sekarang.

“Bercermin pada pemerintahan Obama yang shutdown. Kita tahu tingkat utang yang diajukan pemerintah Obama yang belum disetujui itu akan implementasikan dengan Obama Care, kita harapkan tidak seperti itu,” tutur Elvyn di Jakarta, Selasa (8/10).

Elvyn mengajak pada semua stakeholder untuk melepaskan kepentingan pribadi dengan mendorong RPP agar dapat menjadi Peraturan Pemerintah (PP) sehingga pelaksanaan aturan BPJS ketenagakerjaan itu dapat direalisasikan.

“Kalau sudah berpikir untuk kepentingan nasional. Maka kita hilangkan kepentingan-kepentingan individu, kita jaga demi kepentingan bersama,” jelas Elvyn.

Lebih lanjut Elvyn mengatakan, berdasarkan Undang-Undang (UU) No 24 Tahun 2011, yang mengharuskan transformasinya PT Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan. Dalam UU UU tersebut juga mengharusan PT Askes menjadi BPJS Kesehatan.

“Kita ketahui bahwa UU No.24/2011 telah mengamanahkan untuk mentransformasikan 2 lembaga, Jamsostek dan Askes untuk menjadi BPJS,” jelas Elvyn.

Menurut Elvyn, kalau semua pihak mau melihat negara lain yang sudah maju, setidaknya ada 3 elemen besar Sistem jamsostek itu harus bisa memberikan perlindungan para pekerja.

“Memberikan kesejahteraan agar kehidupan masyarakat pekerja baik. Hal ini hanya bisa terlaksana kalau sistem jamsostek itu mengadopsi sistem kelanjutan. Ini sistem sifat jangka panjang, bukan jangka pendek,” jelasnya.(GWH)

 

Berita Terkait

BAGIKAN