KPK Cegah Pasangan Cabup Lebak Keluar Negeri

Foto: Sayangi.com/Dok. Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mencegah dua orang untuk berpergian ke luar negeri terkait penyidikan kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Kabupaten Lebak, Banten. Mereka yakni, Amir Hamzah dan Kasmin.

Kepala Bagian Tata Usaha Humas Dirjen Imigrasi, Heriyanto, membenarkan jika KPK telah melayangkan surat cegah pada dua orang. “Ya, sudah ada, sejak 7 Oktober 2013,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Jakarta, Senin (8/10/2013).

Heriyanto menjelaskan permintaan pihak KPK untuk mencegah orang-orang yang terkait dalam kasus tersebut hanya dua orang saja dan belum ada penambahan orang-orang yang yang dicegah. Selain itu, kedua orang tersebut dicegah selama 6 bulan kedepan. “Masih dua orang belum ada yang lain,” demikian Heriyanto.

Amir-Kasmin merupakan pasangan calon pasangan Bupati di Lebak yang kalah dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pada selasa 1 Oktober 2013 lalu, Akil memutus sengketa Pilkada itu dengan memerintahkan adanya pencoblosan ulang.

Amir Hamzah adalah Wakil Bupati Lebak periode 2008-2013, sedangkan Kasmin bin Saelan adalah anggota DPRD Banten.

Pada Senin (7/10), KPK sebelumnya telah memeriksa dua ajudan Amir Hamzah.

Sebelumnya KPK juga mengajukan pencegahan keluar negeri kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam kasus yang sama sejak 3 Oktober 2013.

KPK menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka penerima suap Pilkada Kabupaten Gunung Mas dan Lebak bersama dengan sejumlah tersangka lain.

Tersangka dugaan penerimaan suap dalam perkara Pilkada Kabupaten Gunung Mas adalah anggota Komisi II dari fraksi Partai Golkar Chairunnisa, sedangkan pemberi adalah Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dan Cornelis Nalau dari pihak swasta.

KPK menyita uang senilai 284.050 dolar Singapura dan 22.000 dolar AS dengan total uang sekitar Rp3 miliar.

Sedangkan dalam kasus sengketa Pilkada Lebak, Akil Mochtar dan Susi Tur Handayani menjadi tersangka sebagai penerima suap, sementara Tubagus Chaery Wardhana dan kawan-kawan selaku pemberi suap.

KPK menyita uang senilai Rp1 miliar dalam lembaran Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dalam tas travel berwarna biru di rumah orangtua Susi. (RH)

 

 

 

Berita Terkait

BAGIKAN