Liberalisasi Hasil KTT APEC Hanya Perkuat Asing di Indonesia

Foto: sayangi.com/MI

Jakarta, Sayangi.com – LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Aliansi Rakyat Indonesia menyatakan, penguatan liberalisasi yang menjadi hasil pertemuan KTT APEC di Bali bakal memperkuat dominasi investor asing di Indonesia.

“Liberalisasi hari ini semakin memperkuat dominasi investor asing untuk memonopoli perdagangan dan sumber daya alam di Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Walhi Nasional, Abet Nego Tarigan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Senada dengan Abet, juru bicara Aliansi Rakyat Indonesia Irhash Ahmady mengatakan, liberalisasi dan intervensi negara maju dalam berbagai pertemuan global hanya untuk memecahkan krisis yang sedang dialami mereka, sehingga negara berkembang seperti Indonesia hanya dijadikan sebagai solusi atas krisis tersebut.

Walhi bersama Aliansi Rakyat Indonesia terus berupaya mengampanyekan bahwa tidak ada keuntungan yang didapat Indonesia dalam perundingan APEC.

Untuk itu, kedua LSM tersebut menolak segala bentuk skema kerjasama yang dihasilkan dalam pertemuan KTT APEC di Bali. Alasannya karena tidak memberikan manfaat dan tidak membangun kerjasama perdagangan yang adil.

Sebelumnya, LSM tersebut juga menyorot bahwa penegakan hukum yang dilakukan pemerintah pada saat ini lebih cenderung kepada petani skala kecil yang melakukan pembakaran untuk bertani dan berkebun. Sedangkan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh korporasi besar atau menyeret perusahaan ke meja pengadilan dinilai sangat rendah.

“Dengan terus mengeluarkan izin-izin konsesi skala besar kepada perusahaan yang terbukti tidak mampu melakukan pengelolaan hutan dan lahan secara baik, artinya pemerintah membiarkan kebakaran hutan dan lahan terus terjadi sehingga sangat merugikan masyarakat,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan perlunya untuk meneruskan liberalisai perdagangan di anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

Saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi para CEO APEC 2013 (APEC CEO Summit) di Nusa Dua, Bali, Minggu (6/10/2013) pagi, SBY mengatakan hal itu sebagai salah satu langkah penting ke depan APEC dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

“Pertama dan yang terpenting, kita semua perlu melaksanakan peran masing-masing guna mencegah kebijakan proteksionis, dan melanjutkan liberalisasi perdagangan di mana cara tersebut akan meningkatkan kesejahteraan semua warga. Kita juga harus memastikan hubungan perdagangan tidak hanya kuat namun juga seimbang,” kata SBY.