Waspadai Demam pada Anak

Foto/ilustrasi : kcra.com

Jakarta, Sayangi.com – Saat demam menyerang anak, sebaikan bunda tak perlu panik untuk memberikan penanganan tergesa, apalagi memberikan obat penurun panas sembarangan yang dibeli di warung. Bunda harus memeriksa sakit yang diderita anak selain demam yang dialaminya jika terpaksa harus menunda ke dokter karena malam sudah larut. Jika salah penanganan, anak akan mengalami sakit yang makin parah untuk itu kenail demam anak dan apa yang harus bunda lakukan sebagai pertolongan pertama.

Berikut ini berbagai penyebab demam pada anak dan tindakan apa saja yang harus bunda lakukan:

1. Demam karena infeksi virus

Infeksi virus ditandai dengan pilek dan atau batuk, atau diare tanpa darah. Sebagian infeksi virus tanpa gejala batuk, pilek atau gangguan lain. Ciri khas infeksi virus demam biasanya akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, saat hari ke 3-5 turun atau kadang hari ke 4-5 naik lagi tetapi tidak setinggi hari ke 1-2. Biasanya hari ke 6-7 akan membaik sendiri. Dalam keadaan seperti ini tidak perlu antibiotika dan tidak perlu cek darah, anak hanya butuh obat penurun panas biasa dan dikompres.

2. Demam berdarah dengue

Infeksi virus yang paling harus diwaspadai adalah DBD dengan tampilan khas demam biasanya akan tinggi dalam 1-2 hari pertama, saat hari ke 3-5 turun atau kadang hari ke 4-5 naik lagi tetapi tidak setinggi hari ke 1-2. Tetapi saat hari ke 3-5 anak sangat lemas tidak mau main turun ke bawah. Sepanjang hari anak tidur dan hanya mau digendong berebah di sandaran. Dalam keadaan seperti ini dianjurkan untuk periksa darah lengkap, atau IgG IgM Dengue. Tetapi tidak perlu cek widal atau IgG Tiphus. Juga tidak perlu cek CRP, SGOT, SGPT. Pemeriksaan untuk penyakit tifus sering sangat sensitif, dimana saat terkena infeksi virus hasil pemerikaan widal atau IgG Tiphus meningkat padahal tidak menderita penyakit tifus. Hal ini yang menunjukkan bahwa penderita demam berdarah juga didiagnosis sakit tifus. Sebenarnya yang terjadi hasil laboratorium tifus sering menyesatkan karena menimbulkan tanda positif palsu. Hal ini sering terjadi terutama pada penderita alergi dan hipersensitif saluran cerna

3. Demam karena Radang selaput otak atau infeksi otak (Meningitis atau ensefalitis)

Infeksi virus yang berbahaya lainnya adalah meningitis dan ensefalitis. Penyakit ini hars dicurigai bila demam disertai kejang berulang dan lama atau disertai kesadaran menurun. Untuk demam yang disertai kejang ini, bunda harus membawa anak segera ke UGD rumah sakit.

4. Demam karena Infeksi bakteri

Penyebab infeksi yang jarang adalah infeksi bakteri. Ciri khasnya adalah saat hari 1-2 demam tidak terlalu tinggi, tetapi hari ke 3-5 semakin tinggi. Infeksi bakteri yang harus dicurigai adalah infeksi saluran kencing, tifus, bronkitis, pnemonia atau infeksi bakteri lainnya. Dalam keadaan seperti ini, sebaiknya harus dikonsultasikan ke dokter.

Nah Bunda, pertolongan pertama pada anak selalu berkaitan dengan mengompres anak tanpa memberikannya obat terlebih dahulu sebelum kita tahu pasti tanda-tanda lainnya dan memeriksakannya ke dokter. Waspadailah demam pada anak di usia dini untuk menghindarkannya dari penyakit yang membahayakan. Semoga bermanfaat. (FIT)