KTT 23 ASEAN Sepakat Hapus Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Foto: Setkab

Brunei, Sayangi.com – Para pemimpin ASEAN sepakat menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di kawasan ASEAN. Deklarasi tersebut diambil saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 ASEAN atau 23rd ASEAN Summit di di Muzakarah Hall, International Convention Center (ICC, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Rabu (9/10).

Deklarasi itu menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, terjadi terlepas dari tahapan dari siklus kehidupan, baik itu di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di area publik atau area pribadi (termasuk dunia maya) sebagai hasil dari bias gender, diskriminasi dan kebiasaan berbahaya lainnya yang harus dihilangkan.

Para Kepala Pemerintahan ASEAN yang hadir dalam KTT yang dipimpin langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah itu juga mengungkapkan soal kebutuhan untuk memperkuat ‚Äúpendekatan secara holistik dan multidisiplin‚ÄĚ dalam rangka memajukan hak asasi perempuan dan anak bersandingan dengan pendekatan yang responsif gender dan responsif umur, sekaligus sensitif pada anak.

Deklarasi ini mengandung pengungkapan bentuk kekerasan mulai investigasi (investigating), penuntutan (prosecuting), penghukuman (punishing) dan -jika dinilai wajar- merehabilitasi (rehabilitating) pelakunya.

Pada saat yang sama, para korban dan para survivors harus diberikan akses pada keadilan, bantuan hukum, perlindungan, layanan kesejahteraan sosial , edukasi dan layanan kesehatan. Pelayanan ini harus juga menyertakan mekanisme peer-to-peer, rehabilitasi, recovery, dan reintegrasi para korban dan para survivors pada masyarakat.

Selain dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, KTT ke-23 ASEAN ini dihadiri oleh PM Kamboja Samdech Akka Moha, PM Laos Thongsing Thammavong, PM Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Presiden Myanmar Thein Sein, Presiden Filipina Benigno S. Aquino III, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Yingluck Shinawatra, dan PM Vietnam Nguyen Tan Dung.

KTT ASEAN ini membahas tiga topik utama, yakni Komunitas ASEAN 2015, peran sentral ASEAN dan hubungannya dengan kawasan lain, serta isu-isu regional dan internasional terkini.(GWH/SETKAB)