MK Tolak Gugatan Pilkada Gunung Mas

foto: Sayangi.com/emil

Jakarta, Sayangi.com – Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya memutuskan menolak menolak gugatan sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (9/10). Dengan ditolaknya gugatan tersebut, berarti pasangan Hambit Bintih-Arton S Dohong, tetap menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas.

Sengketa pilkada tersebut dimohonkan oleh pasangan Jaya Samaya Monong dan Daldin serta pasangan Alfridel Jinu dan Ude Arnold Pisy. Mereka memohonkan perkara tersebut karena menemukan banyak kecurangan.

“Memutuskan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hamdan Zoelva, yang menjadi pimpinan sidang.

Penolakan tersebut berdasarkan atas pertimbangan majelis hakim, yang tidak menemukan adanya rangkaian data dan bukti hukum yang meyakinkan bahwa telah terjadi pelanggaran. Termohon dianggap telah menempuh prosedur yang sesuai hukum. Oleh karena itu, semua permohonan pemohon dinilai tidak terbukti menurut hukum.

Hambit dan Arton terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas melalui pemilihan kepala daerah yang digelar 4 September lalu. Pasangan ini unggul dari Jaya dan Daldin yang menjadi pesaing terkuat mereka.

Perkara sengketa Pilkada Gunung Mas awalnya ditangani tiga majelis panel, dan salah satunya adalah Ketua MK kala itu, Akil Mochtar. Namun belakangan Akil Mochtar tertangkap tangan oleh KPK, saat menerima suap untuk memenangkan pihak tertentu dalam sengketa tersebut.

Selanjutnya sengketa itu ditangani oleh Wakil Ketua MK Hamdan Zoelva bersama dua hakim konstitusi lain, dan telah diambil Putusan.

Putusan Mahkamah Konstitusi dalam sengketa Pilkada Gunung Mas sekaligus mengukuhkan kemenangan pasangan nomor urut satu Hambit Bintih-Arton S Dohong.

Arton S Dohong yang hadir dalam sidang putusan tersebut mengatakan bahwa putusan tersebut merupakan wujud keadilan yang telah diberikan MK.

“Setelah melalui enam kali persidangan, ini wujud keadilan yang diberikan MK kepada masyarakat,” kata Arton di Jakarta, Rabu  (GWH)