Ribuan Buruh Mogok, Protes Pemukulan

Foto : Sayangi.com/doc

Cianjur, Sayangi.com – Ribuan buruh mogok kerja gara-gara salah seorang buruh dipukul Manager PT Aurora di Jalan Raya Cianjur-Bandung, Jabar, Senin (14/10).

Aksi mogok kerja tersebut sebagai bentuk solidaritas dan tuntutan pada pihak perusahaan agar memberhentikan manager yang terkenal sering mengintimidasi karyawan itu.

Ribuan buruh yang didominasi perempuan itu, menghentikan aktivitas membuat boneka dan memilih berkumpul di halaman depan kantor perusahaan.

“Sikap protes ribuan buruh ini, sebagai bentuk solidaritas terhadap teman kami yang dipukul manager produksi saat bekerja. Kami menuntut Hong nama maneger asal Korea itu, dipecat dengan tidak hormat,” kata Erni salah seorang buruh diamini buruh lainnya.

Dia menuturkan, selama ini perlakuan buruk manager tersebut kerap kali menimpa buruh di parbrik itu. Bahkan dia kerap pula mengintimidasi dengan ucapan kasar jika buruh dianggap lamban bekerja dan tidak memenuhi target produksi.

Selang satu jam buruh melakukan aksi mogok, Hong dikawal beberapa orang polisi datang ketengah-tengah buruh dan meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat buruh untuk memberhentikan Hong dari jabatanya karena hal tersebut telah berkali-kali dilakukan manager produksi tersebut.

Hingga sore menjelang buruh masih berkumpul di halaman depan kantor perusahaan pembuat boneka itu. Mereka tetap menuntut pihak perusahaan memberhentikan Hong dengan ancaman akan melanjutkan mogok missal tersebut.

Sementara itu, Dede Sulaeman buruh korban pemukulan Hong, menuturkan aksi pemukulan terhadap dirinya terjadi saat tengah bekerja.

“Tiba-tiba saja saya dipukul bagian punggung oleh manager produksi sambil mengucapkan kata-kata ancaman akan dikeluarkan dari perusahaan dan diskor, jika kerja saya tidak memenuhi target produksi,” katanya.

Mendapati hal tersebut, dia langsung melaporkan peristiwa tersebut ke polsek setempat. Namun selang beberapa jam usai melapor, pihak perusahaan meminta maaf dan meminta jalur kekeluargaan agar kasus tersebut tidak dibawa ke ranah hukum.

“Kami sudah sepakat kali ini biarlah saya yang menjadi korban terakhir asal manager produksi itu dipecat. Ini bukan kali pertama, sudah banyak korban perlakuan kasar manager produksi ini,” ucapnya.

Hingga jam pulang, ribuan buruh yang melakukan mogok kerja dibubarkan. Namun para buruh tetap akan melajutkan aksinya jika tuntutan mereka tidak dipenuhi pihak perusahaan. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN