2 Kebohongan Yang Pernah Dilakukan Ibrahim AS

Foto: masenno.wordpress.com

Sayangi.com – Hari raya Idul Adha dan ibadah haji merupakan momentum untuk mengenang kenabian dan ketaatan Nabi Ibrahim As. Begitu luar biasa ketaatan Nabi Ibrahim hingga anak kandungpun (Ismail) rela dikurbankan hanya karena ingin mengikuti perintah Allah Swt.

Tetapi, dibalik cerita ketaatan Ibrahim AS tercatat  Nabi Ibrahim AS  juga pernah berbohong. Mau tahu? simaklah tulisan ini. 

Kebohongan Pertama :

Pada masanya orang-orang kafir Babilonia memiliki hari besar yang mereka rayakan tiap tahun di alun alun kota. Saat hari raya itu Nabi Ibrahim AS diajak oleh ayahnya untuk menyaksikannya. Namun, ia tidak mau mengikutinya dengan alasan “Sakit”. Peritiwa ini dilukiskan dalam firman Allah SWT pada Alquran surat Ash-Shaaffaat 88-89, berbunyi :

“Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang, kemudian dia (Ibrahim) berkata, ‘Sesungguhnya aku sakit’.”

Alasan Nabi Ibrahim AS bohong sedang sakit untuk melancarkan rencananya menghancurkan berhala-berhala yang akan ditinggalkan saat semua orang menghadiri perayaan besar tersebut. Nabi Ibrahim AS kemudian menghancurkan semua berhala dengan kapak, kecuali berhala yang terbesar. Dia kemudian meletakkan kapak di tangan berhala terbesar tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, bahwa ayah Nabi Ibrahim AS merupakan pembuat berhala.

Kebohongan Kedua :

Setelah Nabi Ibrahim AS menghancurkan semua berhala, kecuali yang terbesar. Lalu dia meletakkan kapak di tangan kanan berhala terbesar itu. Masyarakat yang baru kembali dari perayaan kaget melihat sesembahan mereka hancur, dan bertanya “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zhalim.” (QS Al-Anbiyaa:59)

Kemudian di antara mereka ada yang berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” (QS Al-Anbiyaa:60)

Nabi Ibrahim AS kemudian dibawa dan “disidang”. Setelah berkumpul, “Mereka bertanya, ‘Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?’ Dia (Ibrahim) menjawab, ‘Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya.” (QS Al-Anbiyaa:62-63)

Nabi Ibrahim AS berkata seperti itu agar mereka segera menjawab bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara, hingga akhirnya mereka mengakui bahwa patung patung itu hanyalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa apa.

Sumber :  Buku Qashash Al-Anbiyaa’, 2002, karya Ibnu Katsir