Inilah Sapi Kurban SBY-Boediono Kualitas Terbaik Jenis Ongole

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Presiden dan Wakil Presiden didampingi para istri menyerahkan hewan kurban, yaitu sapi jenis ongole secara simbolik kepada Wakil Menteri Agama kemudian menyerahkannya ke ketua Badan Pelaksana Pengelola Hewan Kurban Masjid Istiqlal untuk disambelih selepas melaksanakan salat Idul Adha.

“Dengan memohon ridho Allah SWT saya atas nama keluarga menyerahkan seekor sapi sebagai korban kepada Masjid Istiqlal untuk nantinya dibagi-bagikan kepada yang berhak. Semoga ibadah ini diterima Allah SWT,” kata Presiden saat menyerahkan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (15/10).

Hewan kurban yang diserahkan Presiden SBY adalah sapi jenis Ongole seberat 1,07 ton yang dibeli di sebuah peternakan di Sukabumi, Jawa Barat.

Selain itu, Wapres Boediono juga menyerahkan seekor sapi dengan jenis sama yang memiliki bobot 900 kg.

Selain Presiden SBY dan Wapres Boediono, Siti Hardianti Rukmana, putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto, juga menyumbangkan dua ekor sapi, serta Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Agama Suryadharma Ali menyumbangkan masing-masing seekor sapi.

Sapi milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono, ditempatkan di lokasi berbeda dari sapi lainnya di Masjid Istiqlal.

Pihak masjid memberikan tempat khusus untuk sapi SBY dan Boediono. Pantauan Sayangi.com, kedua sapi jenis Ongole, ditempatkan di dekat pintu gerbang Al Ghaffar. Kedua sapi dipayungi tenda yang terpalnya berwarna biru berukuran sekitar 3×5 meter.

Mubarok, Ketua Badan Pengurus Pengelola Hewan Kurban Masjid Istiqlal mengatakan, kedua sapi tersebut sengaja ditempatkan terpisah dari sapi lainnya.

Sapi Ongole adalah sapi keturunan sapi liar Bos Indicus yang berhasil dijinakan di India. Di Indonesia, sapi ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu Sumba Ongole (SO) dan sapi Peranakan Ongole (PO).

Sumba Ongole adalah keturunan murni sapi Nellore dari India yang didatangkan tahun 1914. Sapi ini dikembangkan secara murni di Pulau Sumba dan merupakan sumber indukan sebagian besar Ongole di dalam negeri.
Persilangan antara Sumba Ongole dengan sapi setempat di jawa menghasilkan anakan yang mirip sapi Ongole sehingga sapi ini disebut dengan sapi Peranakan Ongole.

Ciri khas sapi Ongole adalah berbadan besar, berpunuk besar, bergelambir longgar, dan berleher pendek. Kepala, leher, gelambir, dan lutut berwarna hitam, terutama sapi jantan. Kulit berwarna kuning dengan bulu putih atau kehitam-hitaman. Kulit di sekeliling mata, bulu mata, moncong, kuku, dan bulu cambuk pada ujung ekor berwarna hitam. Kepala pendek dengan profil melengkung. Mata besar dengan sorot yang tenang. Tanduk pendek dan tanduk pada sapi betina berukuran lebih panjang dibandingkan sapi jantan. Telinga panjang dan menggantung sapi, Ongole akan dewasa kelamin pada umur 24-30 bulan.

Sapi Ongole tergolong lambat dewasa. Jenis sapi ini akan mencapai dewasa pada umur 4-5 tahun. Bobot maksimal sapi dewasa 600 kg dan sapi betina dewasa 400 kg. Persentase karkas 45-58% dan perbandingan daging serta tulang 4,25 :1.

Sapi peranakan ongole, merupakan sapi yang banyak dicari dipasaran saat hari raya Qurban. Di beberapa daerah di luar pulau jawa, sapi jenis peranakan ongole merupakan sapi dengan populasi terbesar kedua setelah sapi Bali. (RH)