Khatib: Nabi Ibrahim Tak Pernah Isyaratkan Korupsi

Foto: Sayangi.com/Opak

Lubuklinggau, Sumsel, Sayangi.com – Khatib Ustad Khairul mengatakan, Nabi Ibrahim AS tidak pernah mengisyaratkan umat muslim untuk korupsi, namun nyatanya manusia sekarang berlomba melakukan hal tidak terpuji itu.

Pada bagian khotbah saat shalat Idul Adha di masjid kecil tertua di kawasan Kelurahan Watervang Lubuklinggau, Selasa, Khairul mengatakan ada empat pesan beliau yang diriwayatkan para sahabatnya antara lain menyebutkan, ingin memiliki anak yang saleh dan negeri aman tentram terhindar dari perbuatan melawan hukum.

Pada empat pesan nabi Ibrahim itu juga mengajak umat manusia selalu berkurban baik secara pribadi, golongan hingga umat muslim secara keseluruhan.

Melaksanakan kurban itu tidak hanya melakukan pemotongan hewan pada Idul Adha saja, tapi dalam pengabdian kepada masyarakat dan negara juga merupakan pengorbanan.

Dengan demikian, pengorbanan paling besar dan selalu diharapkan masyarakat adalah dari pemimpin dan para pejabat tertinggi, namun bila terwujud bisa berubah menjadi dusta.

Banyak penafsiran lain dari pengorbanan itu, sehingga masyarakat mengurangi kepercayaan terhadap pemimpinnya kurang bijak, apa lagi teridikasi korupsi yang merugikan orang banyak.

“Mudah-mudahan kita semua tidak terbawa arus dalam tindakan korupsi tersebut, meskipun menjadi imbas dari hasil penyalah gunaan wewenang memperkaya diri pribadi sesorang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Khotbah di masjid kecil tertua di wilayah Kelurahan Watervang, Kota Lubuklinggau itu, para jamaah terkesima mendengarkan kalimat yang disampaikan khatib menjurus pada tindak korupsi tersebut.

“Kita mendoakan para pemimpin negeri ini supaya tidak terjangkit virus korupsi yang sedang populer dan menakutkan,” tandasnya.

Humas Pemerintah Kabupaten Musirawas Edy Zainuri mengatakan, Bupati Musirawas Ridwan Mukti melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Agung Darussalam Muara Beliti.

Usai melaksanakan shalat Idul Adha itu, akan dilakukan pemotongan puluhan ekor hewan kurban termasuk bantuan pemerintah daerah. (ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN