Doa Airin Buat Wawan di Hari Raya Iedul Adha

Foto: Sayangi.com/Bara Ilyasa

Jakarta, Sayangi.com – Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany berharap diberikan kemudahan dalam menghadapi kasus suap terkait penanganan perkara pemilihan kepala daerah (Pilkada di Mahkamah Konstitusi yang menjerat suaminya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Insya Allah diberikan keridhoan, kemudahan, kekuatan dan ketabahan. Kami selalu berdoa meminta petunjuk Allah yang terbaik, menurut Allah tentunya dan kami minta (kasus) ini juga diselesaikan oleh Allah,” kata Airin seusai menjenguk Wawan di rumah tahanan KPK Jakarta, Selasa.

KPK menetapkan dan menahan Wawan sejak Kamis (3/10) karena disangka menyuap ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar terkait sengketa pilkada kabupaten Lebak.

Airin mengaku hanya bicara mengenai anak dan keluarga dengan Wawan.

“Tadi bicara tentang anak-anak, tentang keluarga,” tambah Airin.

Ia juga merasa tidak ada yang berbeda dalam hari raya Idul Adha tahun ini.

“Sama saja, tadi saya shalat Idul Adha di depan kantor pemerintah kota di Pamulan beserta Pak Wakil, Sekretaris Daerah dan seluruh masyarakat Tangsel dan alhamdulilah kami pun sama-sama melakukan korban untuk masyarakat dan disebarkan ke masyarakat di Tangsel,” jelas Airin.

Ia beserta keluarga, termasuk Wawan mengaku memberikan korban satu ekor sapi.

“Bersama-sama (Pak Wawan), itu kan kewajiban, satu sapi,” tambah Airin.

Sedangkan kakak Wawan, Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chassanah yang juga menjenguk Wawan hanya sempat berpesan agar Wawan menjaga kesehatan.

“Tidak sempat bicara banyak, hanya pesan ke Wawan (agar) menjaga kesehatan saja,” kata Ratu Tatu seusai membesuk.

Ada sejumlah anggota keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang menduduki jabatan pemerintahan di provinsi Banten dan tingkat pusat.

Mereka adalah Hikmat Tomet (suami Atut) yang menjadi anggota Komisi V DPR, Andhika Hazrumy (anak pertama Atut) sebagai anggota DPD dari Provinsi Banten, Ade Rosi Khairunnisa (Istri Andhika) yaitu Wakil Ketua DPRD Kota Serang.

Selanjutnya Andiara Aprilia Hikmat (anak kedua Atut) menjadi calon anggota DPR, Tanto Warsono Arban (suami Andiara) menjadi calon anggota DPR RI, Heryani (ibu tiri Atut) menjabat Wakil Bupati Pandeglang, Ratu Tatu Chassanah (adik kandung Atut) yaitu Wakil Bupati Serang, Tubagus Chaerul Jaman (adik tiri Atut) menjabat sebagai Wali Kota Serang serta Airin Rachmi Diany (istri Tubagus Chaeri Wardana) yaitu Wali Kota Tangerang Selatan.

Sebelumnya KPK juga telah mengajukan pencegahan keluar negeri kepada Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dalam kasus yang sama sejak 3 Oktober 2013, Atut diduga ikut memberikan dana kepada Akil.

KPK menetapkan Akil Mochtar sebagai tersangka penerima suap Pilkada kabupaten Gunung Mas dan Lebak bersama dengan sejumlah tersangka lain.

Tersangka dugaan penerimaan suap dalam perkara pilkada kabupaten Gunung Mas, Kalteng adalah anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa, sedangkan pemberi adalah Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dan Cornelis Nalau dari pihak swasta.

KPK menyita uang senilai 284.050 dolar Singapura dan 22.000 dolar AS dengan total uang sekitar Rp3 miliar.

Sedangkan dalam kasus sengketa Pilkada Lebak, Akil Mochtar dan Susi Tur Handayani menjadi tersangka sebagai penerima suap, sementara Tubagus Chaery Wardhana dan kawan-kawan selaku pemberi suap.

KPK menyita uang senilai Rp1 miliar dalam lembaran Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang dimasukkan ke dalam tas travel berwarna biru di rumah orangtua Susi. (ANT)