Pedagang Hongkong dan Singapura Borong Perhiasan Bali

Ilustrasi foto: ubud.olx.co.id

Denpasar, Sayangi.com – Importir asal Hong Kong dan Singapura paling banyak membeli perhiasan dan permata sentuhan perajin Bali, untuk bisa dijual kembali kepada masyarakat internasional yang datang berlibur ke negeri tetangga tersebut.

“Kedua negara itu adalah pusat perdagangan internasional yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara sehingga tidak mengherankan perhiasan bernilai seni buatan Bali banyak diekspor ke Singapura dan Hong Kong,” kata pengusaha dan eksporitr Bali, Made Wijaya di Denpasar, Selasa.

Pengusaha perhiasan perak dan emas di Bali terutama yang ada di Desa Celuk, Kabupaten Gianyar sangat kreatif mengembangkan rancang bangun (desain) sesuai perkembangan zaman yang dipadukan dengan muatan lokal cukup menarik masyarakat luar negeri.

Importir asal Hong Kong dan Singapura tercatat paling banyak membeli perhiasan buatan perajin Pulau Dewata hingga saat ini, menyusul asal Amerika Serikat, kata Made, pengusaha yang rajin mengikuti pameran dagang ke luar negeri.

Data statistik ekspor nonmigas Bali yang dilansir Biro Pusat Statistik Bali menyebutkan bahwa nilai ekspor perhiasan Bali selama Juli 2013 bernilai 6,3 juta dolar AS, sekitar 30,75 persen diantaranya terjual kepada importir asal Hong Kong menyusul Singapura 22,87 persen.

Sementara Pengusaha asal negeri Paman Sam ada diurutan ketiga yakni sepuluh persen, Australia sekitar sembilan persen dan sisanya tersebar ke negara konsumen lainnya, seperti Belanda, Jepang, Prancis dan sejumlah di negeri ASEAN lainnya.

Wijaya menambahkan perhiasan dibuat artistik dalam berbagai antara lain jenis ikan dan berbentuk binatang berbahan baku kerang yang dipadukan hiasan perak berukir, memiliki ciri khas Bali, banyak dipesan konsumen luar negeri terutama yang dari Hong Kong.

Aneka barang kerajinan buatan tangan-tangan terampil asal Bali berupa kuda laut, ikan arwana dibuat dari bahan baku kerang, kemudian dihiasi dengan ukiran perak yang kelihatannya antik, ternyata diminati konsumen mancanegara.

Ular besar atau naga yang dibuat dari bahan baku kerang dan diisi dengan ukiran dari bahan baku perak juga laris ke pasaran ekspor, kata dia sambil mencontohkan berbagai jenis kerajinan kerang yang diisikan perak, dan kelihatan antik.

Perdagangan ekspor akan aneka barang perhiasan dan permata produksi Bali memang cukup stabil, sehingga setiap bulannya ada saja yang dikirim ke pasar luar negeri bahkan nilai ekspor dari Bali cukup bagus walau terjadi krisis ekonomi global.

Ia yang mempekerjakan sepuluh perajin dari berbagai keahlian di bidang perhiasan perak itu memproduksi mata dagangan bernilai seni dengan rancang bangun sesuai perkembangan zaman yang berisi muatan lokal. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN