Idul Adha, Warga Lenteng Agung Melunak Sikapi Lurah Susan

Foto: Sayangi.com/Yan Zafin

Jakarta, Sayangi.com – Pada Hari Idul Adha 1434 Hijriah, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan tampak sibuk dengan aktivitas masing-masing. Terutama, yang paling banyak dilakukan warga adalah mengikuti tradisi sembelihan kurban hingga sore hari.

Bahkan mereka seolah tak ingat lagi tentang perbedaan, termasuk perbedaan agama yang dalam beberapa lalu dianggap sebagai penyebab penolakan terhadap Susan Jasmine sebagai Lurah Lenteng Agung. Keberadaan Susan pun kini mulai diterima di wilayah yang berbatasan dengan Kota Depok, Jawa Barat tersebut.

Ketua RT 2 Agung Raya II, Lenteng Agung, Jamal Faiz, menuturkan bahwa penempatan Lurah Susan Jasmine di Lenteng Agung sebenarnya tidak dipersoalkan oleh kebanyakan warga. Menurutnya, selama ini Lurah Susan memiliki kineja yang baik dan belum pernah melanggar aturan amanah kepemerintahan ataupun budaya yang ada di Kelurahan Lenteng Agung.

“Beliau itu juga pluralis lho. Beliau juga sangat menghormati dan menghargai perbedaan. Salah satu contoh, semalem beliau mengirimkan beberapa warga di RT 2 ini untuk menjadi tukang nebu 1000 Bedug di Monas di acara Pembukaan Jakarta Night Religious Festival (JNRF), meski beliau beda agama,” kata Jamal Faiz saat bincang-bincang dengan Sayangi.com di lokasi pemotongan Kurban RT 2 Raya Agung II, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2013).

Menurut Jamal, kebanyakan warga yang menolak terhadap Lurah Susan itu adalah warga yang tidak mengerti agama.

“Selain persoalannya agama, ya mungkin ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi warga untuk menolak Susan. Tapi, kebanyakan warga LENTENG AGUNG itu mengerti agama dan menghargai perbedaan. Di RT 2 sendiri semua berjalan bersama tanpa memandang berbedaan keyakinan,” papar Jamal.

Sementara itu Paudin, warga Agung Raya, Lenteng Agung mengatakan, sebagai warga ia mengikuti keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait dengan penempatan Lurah Lenteng Agung.

“Pak Jokowi kan sudah menegaskan penempatan dan pencopotan lurah berdasarkan kompetensi. Pak Jokowi tidak dapat memberhentikan seseorang dari jabatan hanya sekadar urusan agama, sebab keyakinan yang dianut setiap orang bukan merupakan tindakan melanggar aturan. Agama urusan masing-masing manusia, kecuali Lurah Susan melanggar aturan pemerintahan,” kata Paudin di tempat yang sama. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN