Saat Pidato Idul Adha, Gubernur Afghanistan Tewas Dibom

Foto: scmp

Puli Alam, Afghanistan, Sayangi.com – Sebuah bom yang disembunyikan dalam satu mikropon menewaskan seorang Gubernur Provinsi Afghanistan, Arsala Jamal pada Selasa (15/10/2013) ketika berpidato di sebuah masjid setelah Shalat Idul Adha di Logar, dekat Ibu Kota Kabul.

Arsala Jamal diangkat oleh Presiden Hamdi Karzai, seperti halnya semua 34 gubernur provinsi. Ia dianggap sebagai sekutu dekat presiden itu dan pernah bertindak sebagai salah seorang dari manajer-manajer kampanyenya dalam Pemilu 2009.

“Pagi ini, Gubernur Jamal sedang menyampaikan pidato setelah shalat Idul Adha ketika ia tewas akibat sebuah bom yang disembunyikan dalam mikropon,” kata Juru Bicara Gubernur Logar Din Mojammad Darwish kepada AFP dilansir Antara.

“Gubernur itu ingin berbicara dan mengucapkan selamat Idul Adha kepada semua orang yang hadir saat itu. Setidaknya 18 orang lainnya cedera termasuk para warga sipil dan karyawan pemerintah.” Jamal menjadi Gubernur Logar April lalu setelah menjadi Gubernur Khost, di perbatasan dengan Pakistan.

Tidak ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu, kendatipun gerilyawan Taliban sering menargetkan para pejabat pemerintah serta tantara dan polisi Afghanistan.

Karzai tidak menyebut tentang pembunuhan Jamal itu dalam pidato Idul Adhanya Selasa, tetapi kembali menyerukan perdamaian.

“Hamid Karzai menyerukan Taliban bekerja bagi pembangunan negara mereka, dan membantu pasukan keamanan Afghanistan yang bekerja untuk melindungi tanah air, martabat nasional mereka dan menghentikan serangan-serangan,” kata kantornya.

“Presiden itu kembali menyeu Taliban dan para pemimpin mereka tidak menjeremuskan para pemuda negara itu pada kehancuran.” Mohammad Jan Abid, Kepala Departemen Penyelidik Kriminal Logar, mengonfirmasikan serangan bom di masjid itu dan meegatakan satu penyeledikan akan segera dilakukan.

Logar yang rawan , yang terletak di selatan ibu kota Kabul dianggap sebagai daerah strategis,sering disebut sebagai “pintu gerbang ke Kabul” bagi para gerilyawa Taliban yang memiliki pangkalan-pangkalan di seluruh daerah selatan dan timur negara itu.

Keamanan di provinsi itu memburuk dalam beberapa tahun belakangan ini, dengan Taliban menguasai beberapa daerah kendatipun tekanan yang terus menerus dilakukan pasukan Afghanistan dan AS.

Pasukan polisi lokal Afghanistan (ALP) yang ditempatkan di desa-desa juga belum dengan aktip untuk mengusir Taliban yang menguasai darah itu.

Taliban berikrar akan meningkatkan serangan serangan sementara Afghanistan bersiap-siap menyelenggarakan pemilihan presiden April tahun depan dan penarikan pasukan NATO berkekuaan 87.000 persnol pada akhir tahun depan.

Pemimpin Taliban Mullah Omar Ahad mengatakan ia “menolak” pemilu itu, yang ia tuduh dimanipulasi oleh kekuasaan-kekuasaan asing, menyerukan rakyat Afghanistan tidak ikut serta.

Pemerintah Taliban yang berhaluan keras disingkirkan oleh pasukan yang dipimpin AS pada akhir tahun 2001 karena menampung pemimpin Al Qaida Osama bin Laden yang dituduh berada dibelakang serangan-serangan 11 September 2001 di AS.