Jokowi-Ahok Bagus, Tapi Belum Sentuh Akar Masalah

Foto: sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat Universitas Trisakti Yayat Supriyatna juga turut mengapresiasi langkah dan kebijakan yang telah dilakukan Jokowi-Ahok hingga sejauh ini. Namun, Yayat lebih menekankan kepada pentingnya pengawalan terhadap seluruh program yang telah direncanakan.

“Program-program Jokowi-Ahok itu bagus. Tapi, realisasinya masih belum menyentuh akar permasalahan, misalnya pembangunan MRT yang hasilnya baru bisa kita rasakan enam tahun lagi, atau langkah penanganan banjir yang hasilnya juga belum bisa kita rasakan dalam waktu dekat. Semuanya memang butuh waktu. Oleh karena itu, harus ada pengawalan hingga semua program benar-benar terlaksana,” kata dia.

Yayat menuturkan salah satu modal yang diperlukan dalam melaksanakan pembangunan adalah komitmen yang kuat. Dalam hal ini, lanjutnya, Jokowi-Basuki dituntut untuk membuktikan janji-janji membangun kota Jakarta hingga masa kepemimpinannya berakhir.

“Siapapun gubernurnya, sebenarnya sudah terikat dengan komitmen masa jabatannya, yaitu selama lima tahun. Sejauh ini, Jokowi-Basuki sudah membuktikan bahwa mereka dapat bekerja dengan baik. Pertanyaan besar sekarang adalah apakah mereka tergoda untuk mengambil kesempatan mencalonkan diri sebagai Presiden atau Wakil Presiden dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang atau lebih memilih untuk meneruskan pembangunan di ibu kota?” ujar dia.

Komitmen empat tahun mendatang semasa pemerintahan Jokowi-Ahok, tak jarang muncul berbagai survei yang memberikan gambaran mengenai peluang-peluang yang dimiliki oleh Jokowi dan Basuki sebagai calon pemimpin Indonesia selanjutnya, mengingat kinerjanya yang sejauh ini dinilai baik di mata umum.

Sebut saja survei terbaru yang dilakukan oleh Cyrus Network pada September 2013 lalu. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Jokowi dan Basuki merupakan pasangan yang paling banyak dipilih masyarakat Indonesia sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2014 mendatang, mengalahkan pasangan capres dan cawapres lainnya dalam survei itu, diantaranya Prabowo Subianto-Dahlan Iskan atau Aburizal Bakrie-Hatta Rajasa.

Menanggapi survei tersebut, Jokowi mengaku tidak pernah memiliki urusan dengan masalah pencalonan untuk 2014 mendatang.

“Saya nggak ngerti masalah survei-survei, capres dan semuanya itu. Saya nggak mikirin. Urusan saya itu PKL, kampung-kampung kumuh, rusun, transportasi, macet dan banjir. Udah cukup lah, itu aja urusan saya, fokus saja di situ. Saya nggak ngurusin capres ataupun survei itu,” kata Jokowi pada suatu kesempatan wawancara.

Senada dengan Jokowi, Basuki juga mengaku tidak pernah mempedulikan hasil survei yang menyebut dirinya pantas mendampingi Jokowi sebagai cawapres pada Pemilu tahun depan.

“Jadi Wakil Gubernur DKI saja sudah bikin saya mabuk. Pusing lho saya dan pak gubernur mikirin Jakarta. Nggak lah, saya nggak ngurusin survei-survei. Lagipula, kalau dua-duanya (Jokowi-Basuki) meninggalkan Jakarta, gimana nanti kelanjutan pembangunannya?” ujar Basuki yang akrab disapa Ahok itu. (ANT)