Fatwa Ulama Suria: Kucing, Anjing dan Keledai Dihalalkan

Foto: AFP

Damaskus, Sayangi.com – Badan bantuan mengatakan pasok pangan ke daerah yang terkepung terhambat. oleh karena itu, kelompok ulama di Suriah mengeluarkan fatwa bagi penduduk yang tinggal di daerah yang terkepung di luar Damaskus untuk makan daging kucing, anjing dan keledai guna mengatasi kelaparan.

Dalam video yang diterbitkan di internet, para ulama mengatakan mereka menyerukan bantuan dunia karena kondisi parah di luar kota bagian selatan Damaskus karena bentrokan yang terus berlanjut.

“Bagaimana dunia bisa tidur tenang dengan perut kenyang sementara ada yang kelaparan, dan terjadi tidak jauh dari kota utama (Damaskus), hanya beberapa meter,” kata seorang imam Suriah dalam video yang disiarkan Al Arabya.

Imam yang didampingi ulama lain mengatakan pernyataannya juga mewakili pandangan ulama lain.

Ia mengatakan, sementara jemaah melakukan ibadah haji di Mekah, “Ada orang yang meninggal kelaparan dan dikafankan”.

Belakangan ini, masjid-masjid di luar kota Damaskus juga menyuarakan pesan yang sama.

Prioritas untuk badan bantuan
Sebagian besar kawasan di luar kota Damaskus dikuasai pemberontak dan pasukan pemerintah membom daerah itu setiap hari dalam upaya merebut kembali tempat tersebut.

Bantuan pangan serta pasok makanan lain tidak masuk ke daerah luar kota itu.  Fatwa untuk makan daging kucing, anjing, serta keledai itu bukan yang pertama yang dikeluarkan para ulama.

Fatwa yang sama juga pernah dikeluarkan di Homs dan Aleppo saat terjadi pertempuran sengit.  Badan-badan bantuan mengatakan mengatakan menyediakan pasok pangan dan bantuan lain untuk daerah yang dilanda pertempuran harus diutamakan seperti halnya Klik penghancuran senjata kimia Suriah.

Kepala Medecins Sans Frontieres, Christopher Stokes, menggambarkan kondisi di Suriah sulit dimengerti karena pengawas senjata kimia bisa bergerak bebas sementara konvoi bantuan dihambat.

Awal bulan ini, Kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah, SNC, mengatakan ribuan keluarga di sekitar Damaskus terancam meninggal karena kelaparan. (BBC Indonesia)