Ribuan Massa Saling Dorong di Istiqlal. Dua Orang Meninggal?

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Berita duka diterima Redaksi Sayangi.com pagi ini dari masjid Istiqlal. Pembagian daging kurban di masjid negara itu berujung ricuh, ketika ribuan warga mengantre daging berdesak-desakan, mengakibatkan sedikitnya 2 orang meninggal dunia dan beberapa mengalami luka-luka.

Pintu masjid telah dipadati ribua warga sejak pukul 01.00 WIB, karena rencananya daging akan dibagikan seusai salat Subuh. Tak ayal, ketika pintu utara masjid dibuka, ribuan warga pun langsung menghambur ke pelataran. Lautan massa yang serentak maju itu membuat banyak orang yang jatuh, sebagian tak bisa bangkit lagi sehingga terinjak-injak massa yang terus mendorong tanpa kompromi.

Hingga kini masih simpang siur, berapa sebenarnya jumlah korban tewas. Ada yang menyebut 1 orang, yakni seorang perempuan lansia yang terinjak-injak dan meninggal di tempat. Namun ada juga yang menyebut 2 orang, yakni ditambah seorang lelaki tua yang meninggal di tempat kejadian lantaran sebelumnya memang sedang sakit. Eni, Seorang warga yang tinggal di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat mengeluhkan kurang antisipatifnya panitia, yang hanya membuka satu pintu saja untuk massa yang membludak. Akibatnya, terjadi aksi dorong-mendorong yang berakibat fatal.

Sebagian warga lagi menyesalkan pembagian daging yang dimulai usai Subuh, sehingga mereka harus antre sejak tengah malam, tanpa tidur. Dalam kondisi lelah dan kurang tidur, ketahan fisik pun menjadi lemah.   

Sebelumnya, Pengurus Masjid Negara RI Istiqlal memang mengumumkan, akan membagikan daging hewan kurban berupa sapi dan kambing pada Rabu pagi (16/10) usai Salat Subuh, seperti dijelaskan Ketua Badan Pengurus Pengelola Masjid Mubarak di Jakarta, Selasa (15/10).

“Pemotongan hewan kurban dilakukan Selasa malam, usai Isya, sehingga diharapkan Rabu dinihari sudah selesai. Begitu bakda Subuh selesai, sekira pukul 04.30 WIB, kami baru akan membuka antrean pengambilan kupon,” kata Mubarak. Pengambilan kupon, yang nantinya ditukarkan dengan paket daging hewan kurban, sengaja dibagikan usai pemotongan hewan. Hal itu dilakukan supaya tidak ada upaya-upaya kecurangan dan menyesuaikan jumlah potongan daging hewan kurban.

“Kupon yang kami siapkan tidak begitu banyak, hanya sekira 6.000 yang akan kami bagikan setelah hewan kurban dipotong. Kupon itu nanti ditukarkan dengan paket daging,” jelasnya. Hingga Selasa siang, pengurus Masjid Istiqlal telah menerima sebanyak 45 sapi dan delapan kambing untuk disembelih pada sore hari. Termasuk sapi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, serta dua sapi dari Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung mantan presiden Soeharto. (MSR)