Nasib AS Besok, Jika Obama-Kongres Tak Juga Bersepakat

Foto: Reuters

Washington, Sayangi.com – Nasib perekonomian Amerika Serikat (AS) dan dunia berada di ujung tanduk. Jika Pemerintah AS dan Konges tidak juga mencapai kesepakatan soal batas pinjaman hingga hari Kamis (17/10), sektor keuangan AS diperkirakan akan membeku, ekonomi global pun terancam.

Jika kebuntuan soal pinjaman ini terus berlanjut, lembaga pemeringkat Fitch sudah memperingatkan, AS akan kehilangan kredit rating di kelas AAA, atau teratas. “Meskipun Fitch tetap percaya bahwa masalah plafon utang akan dinaikkan, situasi politik dan pembiayaan yang menjadi kurang fleksibel bisa meningkatkan resiko kegagalan hutang AS,” ujar juru bicara mereka.

Partai Republik yang menguasai DPR dan Partai Demokrat yang mayoritas menduduki Senat masih terus melakukan negosiasi untuk mengakhiri penutupan sementara pemerintahan. Pemerintahan Amerika ditutup sementara, atau ‘shutdown’ sejak 15 hari lalu saat Partai Republik menuntut Barack Obama menghentikan reformasi di bidang kesehatan yang digagasnya.

Berikut skenario nasib Pemerintah AS jika hingga besok Obama dan Kongres tak juga mencapai kata sepakat:  

1. Pemerintah AS akan lebih banyak belanja anggaran daripada untuk jaminan sosial, upah, dan bunga hutang.
2. Pemerintah AS mendapat pinjaman dalam bentuk obligasi dari Departemen Keuangan AS untuk menutupi kekurangan uangnya.
Obligasi dari Departemen Keuangan adalah salah satu investasi paling aman di dunia dan diikuti oleh sejumlah negara di seluruh dunia.
3. Plafon utang adalah aturan yang diberlakukan oleh Kongres untuk membatasi berapa banyak uang yang bisa dipinjam Pemerintah. Saat ini plafon utang berada di posisi 16,7 triliun dollar AS. Jika pemerintah ingin meminjam lebih dari ini, Kongres harus melakukan pemungutan suara. Saat ini, selain AS telah mencapai batas plafon utang, cadangan kas juga sudah digunakan untuk membayar tagihan obligasi. Cadangan kas akan habis pada 17 Oktober 2013.
4. Akhir bulan Oktober adalah jatuh tempo Pemerintah AS untuk membayar bunga obligasi, tetapi dengan utang yang tinggi, maka dipastikan tidak mampu membayarnya.
5. Jika Pemerintah AS gagal membayar obligasi beserta bunganya kepada negara-negara lain, maka obligasi AS akan dianggap tidak aman. (MSR/ABC)

Berita Terkait

BAGIKAN