Dua Hakim Konstitusi MK Ditunggu KPK Hari Ini

Foto: humas Mahkamah Konstitusi

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (16/10) menjadwalkan pemeriksaan untuk Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati dan Anwar Usman, sebagai saksi terkait kasus suap sengketa pilkada di lingkungan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjerat ketua MK non-aktif Akil Mohtar.

Terkait pemeriksaan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK Janedri M. Gaffar memastikan, jika institusinya akan bersikap kooperatif dengan KPK. “Hakim konstitusi akan kooporatif terhadap KPK,” ujarnya. Diketahui, KPK menetapkan Akil sebagai tersangka dua kasus suap, yakni penanganan sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Lebak, Banten. Akil diduga menerima suap sebesar Rp 4 miliar, dengan rincian Rp 3 miliar dari kasus sengketa Pilkada Gunung Mas dan Rp 1 miliar dari sengketa Pilkada Lebak.

Dalam kasus Pilkada Gunung Mas, Akil Mochtar ditetapkan sebagai tersangka bersama anggota DPR Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, dan Pengusaha Cornelis Nalau. Sedangkan dalam kasus Pilkada Lebak, Akil menjadi tersangka bersama pengusaha Tubagus Chaery Wiradana yang juga adik Gubernur Banten Ratu Atut, dan advokat Susi Turandayani.

Akil, Chairun Nisa dan Susi Tur Andayani sebagai pihak yang diduga penerima suap terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Sementara Hambit, Cornelis Nalau, dan Tubagus Chaery sebagai pihak yang diduga memberi suap terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN