Politisi Golkar Yakin Perppu MK Ditolak DPR

Foto: Sayangi.com/Emil

 Jakarta, Sayangi.com – Ketua DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo memprediksi, DPR bakal menolak Perppu No.1/2013 tentang Perubahan Kedua atas Undang –undang (UU) No.24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi, yang diajukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk “menyelamatkan MK”.

Bahkan Perpu tersebut, kata Bamsoet – panggilan Bambang – juga bisa gugur jika diuji oleh MK sendiri. “Saya yakin, kalkulasi pemerintah pun demikian. Pemaksaan kehendak ini tentu punya tujuan. Yakni, menciptakan kegaduhan politik baru untuk mengalihkan perhatian publik dari sejumlah persoalan hukum yang diduga melibatkan unsur kekuasaan,” ujarnya.

Selain persoalan Bunda Putri, kata Bamsoet masih ada beberapa kasus yang penanganannya belum membuahkan progres. Sebut saja kasus suap yang melibatkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini. Dalam kasus ini, diyakini bahwa Rudi tidak bermain sendiri. Buktinya, penyidik KPK menemukan uang 200.000 dolar AS di ruang Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM.

Penyelidikan kasus Rudi harus diarahkan ke atas, karena deal bisnis Migas memang ditetapkan dari atas. “Kalau hal ini yang dilakukan KPK, bisa dipastikan bahwa oknum penguasa pun akan terjerat dalam kasus ini,” sebutnya.
 
Bamsoet menambahkan, kalau terjadi kegaduhan politik, publik mungkin tidak mempergunjingkan lagi sepak terjang Bunda Putri, atau mempertanyakan progres penanganan kasus Rudi. Maka, katanya, penerbitan Perpu pembenahan MK harus dipaksakan sebagai pemicu kegaduhan pro-kontra di panggung politik.

“Jadi, semakin jelas bahwa kredibilitas dan urgensi Perpu pembenahan MK itu memang nyaris nol, karena digunakan untuk pengalihan isu,” tutup Bamsoet yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini. (MSR)