Dinilai Lindungi Pemerkosa, LPSK Didemo

Foto: Sayangi.com/Yan Zavin

Jakarta, Sayangi.com – Ratusan mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Aksi unjuk rasa menuntut agar LPSK tidak melindungi tersangka Sanusi Wiradinata (SW), pelaku tindak kekerasan dan pemerkosaan terhadap korban SYS (38) di apartement Sudirman Park pada 3 Mei 2012 lalu.

“LPSK bukan lembaga perlindungan tersangka percobaan pemerkosaan,” kata Koordinator Lapangan (Korlap), Dodi Prasetyo, kepada Sayangi.com usai melakukan orasinya di depan gedung LPSK, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Dodi menjelaskan kasus percobaan pelecehan seksual yang dialami SYS telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan laporan polisi Nomor: LP/1482/V/2012/PMJ/Dit.Reskrim tertanggal 3 Mei 2012, dan telah memenuhui dua alat bukti, sehingga SW ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi. Namun penahanan terhadap tersangka SW ditangguhkan.

Herannya, setelah berkas P-21, polisi melakukan pemanggilan terhadap SW. “Namun dalam 3 kali panggilan sanusi tidak mengindahkan sehingga ditetapkan sebagai buronan polisi. Dengan status buronan mestinya SW sudah harus segera dicari dan ditangkap. Tapi upaya polisi menangkap SW seperti mengalami jalan buntu, karena mendapat perlindungan dari LPSK. Dia tidak layak dilindungi sebab bukan korban,” jelas Dodi.

Menurut Dodi, penderitaan yang dialami korban membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan fisik dan psikisnya. Selain juga melanggar hukum tindak pidana juga sangat bertentangan dengan moral dan penghinaan terhadap nilai kemanusiaan, sehingga tak pantas pelaku dilindungi oleh LPSK.

Diketahui, tindak kekerasan dan percobaan pemerkosaan terhadap SYS oleh Sanusi Wiradinata terjadi pada 3 Mei 2012 di apartement Sudirman Park Jakarta. Tindak pelecehan tersebut terekam kamera CCTV. Adanya CCTV tersebut diketahui oleh petugas keamanan (Satpam) Apartemen dan dengan cepat pelaku ditangkap dan diserahkan kepada pihak berwajib.

Dalam aksinya ini, Aliansi Mahasiswa dan Pemudia Menuntut Keadilan meyatakan sikap:
1. LPSK jangan lindungi Sanusi Wiradinata tersangka kasus dugaan Pemerkosaan.
2. LPSK bukanlah lembaga perlindungan Tersangka pelaku percobaan pemerkosa.
3. LPSK segera cabut dan batalkan  perlindungan terhadap Sanusi Wiradinata. (GWH)