Saksi Muda-Suharjo Tak Punya Bukti, Hakim MK Kesal

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Muslimin, saksi dari Pemohon Pilkada Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dari pasangan nomor urut 2, Muda-Suharjo menuduh pasangan Rusman Ali–Hermanus melakukan politik uang. Menurut Muslimin, pasangan nomor urut 5 tersebut telah memberikan sejumlah uang kepada masyarakat agar mencoblos mereka.

“Kami diberikan uang Rp15 juta untuk diberikan ke masyarakat dari Rusman Ali,” ujar Muslimin saat persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (21/10/2013).

Namun, saat dicecar oleh Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Ahmad Fadil Sumadi, Muslimin tidak bisa membuktikan tuduhan tersebut.

“Kamu tahu dari mana uang tersebut dari Rusman Ali?” tanya Fadil kepada Muslimin.

“Saya tahu dari Rantau,” jawab Muslimin.

“Lalu kamu hanya dapat cerita dari rantau? Itu berarti kamu tidak langsung menerima dari Rusman Ali?” tanya Fadil lagi.

“Iya yang mulia,” jawabnya.

Hakim MK pun meminta saksi pasangan Muda-Suharjo tersebut tidak hanya mengumbar cerita dan tuduhan saja, melainkan harus dibuktikan.

“Kamu tidak mengalami langsung, jangan dari cerita-ceritanya, tidak bisa dijadikan kesaksian,” lanjut Ahmad Fadil dengan nada kesal.

Diketahui bahwa pasangan Rusman Ali-Hermanus unggul atas pasangan lainnya dengan perolehan suara total sebesar 111.990 (43,78%), disusul pasangan incumbent yakni Muda Mahendrawan-Suhardjo yang mengantongi suara 107.379 (41,8%). Di urutan ketiga ditempati oleh pasangan David Maryansyah-Hisbulloh mengantongi 23.199 suara (9,07%), disusul pasangan Johansyah-Ahok Angking dengan 8.144 suara (3,18%), dan terakhir pasangan Kamaruzzaman-Andi Salmah 5.089 suara (1,99%).

Total suara sah berjumlah 255.801, dan suara tidak sah sebanyak 3923. Jumlah total partisipasi masyarakat dalam pemilukada kali ini sebesar 259.724 atau 65,6% dari total DPT Kabupaten Kubu Raya yang berjumlah 395.577. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN