Mobil Terbang Bisa Terwujud 2 Tahun Lagi

Foto: Terrafugia

Boston, Sayangi.Com – Lelah karena kemacetan lalu lintas yang berlangsung berjam-jam?

Masalah itu, mungkin dapat diatasi dengan mobil terbang, yang segera akan diproduksi dan dijual untuk umum oleh perusahaan dirgantara Terrafugia, yang berbasis di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. 

Terrafugia berencana memproduksi dua jenis kendaraan. Pertama, jenis Transition yakni pesawat terbang yang bisa dipakai di jalan raya, dengan sayap yang dapat dilipat dan harus dibawa ke bandar udara untuk dapat terbang. Kedua, jenis  TF-X, yakni mobil yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal.

“Manfaat potensial bagi kemanusiaan dari mobil terbang yang praktis ini sangat besar,” ujar CEO Terrafugia Carl Dietrich.

“Dampak global dari moda transportasi udara yang personal, praktis dan dipasarkan secara luas ini telah diperkirakan oleh lembaga nirlaba CAFE Foundation pada kisaran US$800 miliar per tahun. NASA  memperkirakannya pada $1 triliun per tahun. Saya percaya mustahil untuk mengukur manfaatnya bagi kemanusiaan.”

Transition, diprediksi perlu waktu lebih lama untuk dikembangkan dibandingkan TF-X yang lebih konseptual, diperkirakan akan memakan biaya sekitar $300.000, namun perusahaan tersebut mengatakan sudah ada 100 pesanan awal tahun ini.

Mobil tersebut menggunakan mesin yang sama untuk di jalanan ataupun di udara, dan bisa menggunakan bensin yang lebih murah dibandingkan Avtur yang selama ini digunakan sebagai bahan bakar pesawat. Pada saat tanki penuh, perusahaan tersebut mengatakan pesawat dapat menempuh jarak sekitar 800 kilometer.

Para pemilik kendaraan ini harus memiliki surat izin mengemudi mobil sekaligus sertifikasi pilot untuk mengendarai Transition.

Terrafugia mengatakan Transition harus memenuhi standar-standar keselamatan kendaraan bermotor federal dari Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional sebagai bagian dari proses sertifikasi kendaraan bermotor.

Uji coba kendaraan baru-baru ini menunjukkan pesawat itu dapat berhenti dari kecepatan 120 kilometer per jam dalam jarak hanya 34 meter, menurut perusahaan tersebut. (VoAIndonesia)