Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pembakar Rumah Dinas Perhutani

Foto : Sayangi.com/doc

Jember, Sayangi.com – Polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus perusakan dan pembakaran kantor dan rumah dinas Resor Pemangkuan Hutan Perhutani (RPH) Mandigu, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Ada enam orang yang kami tetapkan sebagai tersangka untuk kasus perusakan kantor mantri Perhutani di Mandigu dan dua orang di antaranya juga jadi tersangka penganiayaan,” kata Wakapolres Jember Kompol Cecep Susatya, Senin (21/10).

Ratusan warga di Mandigu melampiaskan kemarahannya dengan bertindak anarkis membakar dan merusak rumah dinas dan kantor RPH Perhutani pada 6 Juni 2013 karena kedatangan tim Deputi Kementerian Kehutanan ke lahan sengketa tanpa pemberitahuan kepada warga setempat.

Lahan di Mandigu menjadi tanah sengketa antara warga dan Perhutani yang telah terjadi selama puluhan tahun. Kawasan tersebut berada di areal Perhutani, namun kini sudah menjadi kawasan pemukiman penduduk dan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan masjid juga dibangun di sana.

Menurut Cecep, enam tersangka yang sudah ditetapkan adalah SD (58), NR (38), MT (54) TK (30), Mahfud (34), dan KL (40), semuanya merupakan warga Dusun Mandigu.

“Dari enam tersangka itu, polisi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus penganiayaan yakni SD dan KL,” tuturnya.

Meskipun ada gejolak warga di Mandigu, lanjut dia, aparat kepolisian tetap bekerja sesuai dengan prosedur dan pihaknya melakukan deteksi dini untuk meminimalkan konflik di lapangan.

“Polisi lakukan deteksi dini yakni sering melakukan patroli dan pemantauan. Kami percaya warga akan menghormati proses hukum yang dilakukan oleh pihak Polres Jember,” paparnya.

Polisi menangkap KL dan SD yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Kosim, anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan Mandigu (LMDH) pada 5 Juni 2013, sebelum massa melakukan perusakan dan pembakaran kantor RPH Perhutani di Mandigu.

Penangkapan KL dan SD memicu kemarahan warga, sehingga ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Petani Indonesia (Gertani) berdemonstrasi di Mapolres Jember pada Sabtu (19/10) dan aksi tersebut berakhir bentrok hingga menyebabkan sejumlah warga terluka. (MD)

Berita Terkait

BAGIKAN