Konflik Kampung Tua di Batam Perlu Segera Ditangani

Foto : Sayangi.com/Istimewa

Tanjungpinang, Sayangi.com – Perebutan lahan di Kampung Tua, Batam perlu segera ditangani, karena dikhawatirkan permasalahan itu berkembang luas, kata Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau Nur Syafriadi, di Tanjungpinang, Senin (21/10).

“Batam itu rawan konflik. Gesekan sekecil apa pun perlu mendapat perhatian yang besar dari pihak-pihak yang berwenang,” tambah politisi Partai Golkar itu.

Nur mengemukakan, permasalahan yang muncul di Kampung Tua, Tanjunguma, Batam hingga menimbulkan bentrok kemarin disebabkan kesalahan. Namun belum diketahui apakah kesalahan itu disebabkan oleh kebijakan pemerintah atau kesalahan oknum-oknum tertentu.

“Besok pagi kami akan menggelar rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di markas Polda Kepri untuk membahas permasalahan itu. Nanti akan ketahuan penyebabnya,” ungkapnya.

Pemerintah Batam telah menetapkan lahan di Tanjunguma itu sebagai Kampung Tua berdasarkan hasil kajian tim. Sementara di atas lahan yang diklaim sebagai Kampung Tua itu juga dikuasai oleh pengusaha, yang sudah membayar kewajibannya.

Tetapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti berapa luas lahan yang diperebutkan.

“Kami mengupayakan mencari jalan keluarnya.Jadi masing-masing pihak diharapkan menahan diri,” ujarnya.

Nur menyesalkan bentrok yang terjadi antara warga Kampung Tua dengan organisasi tertentu. Warga merasa disakiti dan tersinggung dengan kehadiran massa dari organisasi tersebut.

“Tidak perlulah menggunakan cara-cara seperti itu,” katanya.

Dari Batam dilaporkan, sebuah mobil jenis minibus menjadi korban amuk massa di kawasan Tanjunguma. Mobil yang rusak tersebut diduga dari pihak perusahaan pengembang yang ingin memasang pembatas dengan menggunakan pengawalan massa. Raja Harun, Tokoh Masyarakat Tanjunguma menyayangkan pihak keamanan yang tidak mencegah warga, diduga suruhan pihak perusahaan pengembang.

“Kalau mereka tidak naik. Ini semua tidak akan terjadi. Mereka yang duluan memukul warga kami,” kata dia.

Dari catatan Antara, pada Senin (7/10) masyarakat Kampung Tua Tanjunguma melakukan aksi unjuk rasa menuntut kejelasan status wilayah Tanjunguma yang ditetapkan sebagai Kampung Tua. Menurut versi masyarakat luas wilayah kampung mereka 108 hektare.

Namun, Badan Pengusahaan Batam mengakui luas lahan Kampung Tua Tanjunguma hanya 24 hektare.

Direktur Pelayanan Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan BP Batam tidak mungkin menerima begitu saja permintaan dari masyarakat yang menginginkan luas lahan kampung tua 108 hektare, karena akan ada konsekuensi hukum bila lahan yang sudah dialokasikan untuk perusahaan dijadikan kampung tua. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN