Polisi Bekuk Pencuri Obat-obatan Milik Kimia Farma

Foto : Sayangi.com

Bandarlampung, Sayangi.com – Pihak kepolisian di Bandarlampung berhasil membekuk pelaku pencurian obat-obatan berbagai merek milik PT Kimia Farma, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Tanjungkarang Timur (TKT) Kompol Yusep Arpan, di Bandarlampung, Senin (21/10), mengatakan kawanan pencuri itu berhasil dibekuk, dan ternyata empat dari lima orang tersangkanya merupakan karyawan PT Kimia Farma di sini.

“Ada lima orang tersangka dalam kasus ini, yakni empat orang merupakan karyawan perusahaan tersebut, dan seorang penadah,” kata Yusep.

Lima tersangka tersebut, yakni Bejo Untung Waluyo (41) keamanan gudang PT Kimia Farma warga Jalan Pulau Tembesu Campang Raya, M Loekita Lesmana (31) Sales Marketing di PT Kimia Farma, M Teguh Putra Bendang (28) bagian gudang, dan tersangka Anwarsyah (24) sebagai office boy (OB).

Ia menjelaskan, para tersangka bekerjasama untuk melancarkan aksinya, setiap kali beraksi komplotan berhasil menggasak 11 kardus obat-obatan berbagai macam merek ukuran sedang.

Pencurian ini diketahui dari laporan pihak perusahaan tentang kehilangan barang farmasi di gudang mereka.

Berdasarkan laporan tersebut, hasilnya empat orang karyawan PT Kimia Farma dan satu penadah barang farmasi tersebut dapat ditangkap polisi.

“Berdasarkan keterangan empat tersangka setelah dilakukan penangkapan, diketahui barang tersebut dijual kepada Budi (41) yang menjadi penadah dalam kasus ini. Lima tersangka pelaku pencurian ini ditangkap pada Jumat (18/10) lalu,” katanya lagi.

Berdasarkan hasil penyidikan, para pelaku telah empat kali melakukan aksinya, dengan total kerugian perusahaan mencapai Rp200 juta.

Barang bukti yang diamankan yakni uang Rp50 juta hasil penjualan obat-obatan.

Keempat tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

“Untuk Budi dikenakan pasal 480 KUHP sebagai penadah, dengan ancaman maksimal empat tahun penjara,” kata Kompol Yusep Arpan.

Tersangka Loekita mengaku, telah empat kali melakukan pencurian barang dan dijual ke Budi.

Penjualan pertama mendapatkan uang Rp26 juta dibagi empat orang. Pencurian kedua Rp22 juta, ketiga mendapatkan Rp16 juta, dan terakhir memperoleh Rp19 juta.

“Dari penjualan barang itu, rata-rata Rp4 juta per kartonnya, hasil penjualan kita bagi berempat. Kita pakai untuk foya-foya saja,” kata dia lagi. (MD/Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN