MK Menangkan Adik Atut, Dua Hakim Dituding Tidak Bersih

Foto: Istimewa

 

Jakarta, Sayangi.Com – Mahkamah konstitusi (MK) Senin (21/10) sore memutuskan pasangan nomor urut 1 Tb Haerul Jaman – Sulhi Choir (Madani) sebagai pemenang Pemilukada Kota Serang. Tb Haerul Jaman adalah incumbent Walikota Serang yang juga merupakan adik Gubenur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Keputusan MK diambil setelah Majelis Hakim menolak gugatan yang diajukan pasangan No. urut 2 Wahyudin Djahidi-Iif Fariudin (Wali), terkait dugaan kecurangan dalam Pilkada Kota Serang.

Dalam permohonannya, pasangan Wali mendalilkan bahwa telah terjadi pelanggaran sistematis, terstruktur dan massif selama pemilukada Kota Serang. Pelanggaran tersebut antara lain adanya ketelibatan PNS, perusakan alat peraga kampanye pemohon, serta pembiaran terhadap warga Serang yang melakukan pencoblosan lebih dari satu kali untuk pasangan Haerul dan Sulhi.

Saat Ketua Majelis Hakim Hamdan Zoelva mengucapkan kalimat: “menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya”, para simpatisan Haerul Jaman yang menyaksikan jalannya sidang melalui televisi layar lebar di luar ruang sidang, langsung bersorak.

Dalam amar putusannya, majelis hakim MK menilai tidak terdapat bukti yang meyakinkan bahwa telah terjadi pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan oleh pihak terkait. Juga tidak ada pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan massif terkait mobilisasi pejabat Pemkot Serang dan PNS untuk memenangkan pasangan Haerul Jaman – Sulhi.

Majelis juga berpendapat, pelanggaran dan kecurangan tersebut, kalaupun ada, ternyata tidak hanya dilakukan pihak terkait tetapi juga dilakukan oleh pemohon.

Wali Curiga Dua Hakim Panel

Sebaliknya, pendukung pasangan Wali merasa kecewa dengan keputusan MK ini. Sekretaris tim pemenangan Wali Dede Supriadi, mengaku bingung dengan keputusan MK yang menyebut alat bukti yang diajukan oleh timnya tidak memenuhi kriteria. Padahal, MK tidak pernah menjelaskan kriteria alat bukti yang ideal seperti apa.

Dede mencurigai dua orang hakim panel dalam kasus sengketa Pilkada Kota Serang ini, Yakni Anwar Usman dan Maria Farida, sudah tidak bersih.

Dalam beberapa kasus sengketa pemilukada di MK, hakim Maria Farida dan Anwar Usman memang tercatat menjadi satu tim bersama mantan Ketua MK Akil Mochtar. Termasuk dalam sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Kabupaten Gunung Mas, dan Kota Serang.

Berita Terkait

BAGIKAN